Jelang Final Piala UEFA
Kesempatan Kedua Valverde
Selasa, 15 Mei 2007 10:46 WIB
Barcelona - Final melawan Sevilla di Glasgow, Kamis (17/5/2007) dinihari WIB, akan menjadi final kedua Espanyol di Piala UEFA. Itupun akan menjadi kesempatan kedua pelatih Espanyol, Ernesto Valverde. Pertama kali Espanyol menjejak final Piala UEFA adalah di tahun 1988. Sayang, ketika itu Los Periquitos gagal setelah ditundukkan wakil Jerman, Bayer Leverkusen. Tak sekedar kalah, final yang ketika itu masih memakai format dua leg menyisakan duka mendalam bagi Espanyol. Maklum, Espanyol sempat begitu dekat meraih juara setelah menang 3-0 di kandang. Namun klub sekota Barcelona itu malah gagal setelah kalah adu penalti di kandang Leverkusen. 19 tahun berselang, kesempatan untuk membayar kegagalan itu hadir lagi. "Ini akan menjadi kesempatan kedua yang sungguh indah, tapi saya tidak mau melihat kekalahan dari Leverkusen sebagai hambatan dalam karir klub saya," sebut Valverde, yang adalah pemain Espanyol era 1980-an itu seperti dikutip situs resmi UEFA. Pria yang kini berusia 43 tahun itu kebetulan bermain di final melawan Leverkusen. Walaupun kali ini Sevilla lebih diunggulkan, tapi Espanyol tetap memiliki kans mengingat di babak-babak sebelumnya mereka telah menunjukkan ketangguhan mental mereka. "(Melawan Leverkusen) adalah sebuah kekalahan, tapi itu tetap final yang penting dan kembali ke final lagi bukan suatu pencapaian yang tidak ada apa-apanya. Lebih jauh lagi, mengalahkan Werder Bremen di semifinal dan Benfica di babak sebelumnya telah memberi kami kepercayaan diri yang sangat tinggi," ujar Valverde. Dia mencontohkan semifinal leg kedua melawan Bremen. Ketika itu Espanyol juga unggul terlebih dahulu 3-0, sebelum di leg kedua yang berlangsung di Bremen kembali unggul 2-1. Padahal banyak pihak mengungkit-ungkit kegagalan di Leverkusen 19 tahun silam. "Kami mampu mengatasi tekanan setelah menang 3-0 melawan Bremen dan pergi ke Jerman dengan pulang membawa kemenangan. Semua orang memikirkan keunggulan 3-0 di final tahun 1988 melawan tim Jerman lain saat kami pergi kesana, namun kemenangan di Bremen membuat semua orang menyingkirkan hantu sejarah itu," paparnya. Memang ada banyak perbedaan antara final sembilan tahun silam dengan sekarang. Selain format final yang sudah berubah menjadi satu, lawan yang akan dihadapi Espanyol adalah tim senegaranya, Sevilla. "Itu akan menjadi final yang sangat sulit, namun itu hanya akan terjadi satu kali. Dan harap ingat, ada banyak yang bisa terjadi dalam sebuah final," tegasnya. (mel/a2s)











































