Final Liga Champions
Milan dan Liverpool Belum Tertandingi
Selasa, 22 Mei 2007 04:06 WIB
Jakarta - AC Milan dan Liverpool sangat layak melaju ke partai puncak mewakili Italia dan Inggris. Sejarah Liga Champions mencatat kalau kedua klub itu memang belum tertandingi di negaranya masing-masing.Final 23 Mei (24 dinihari WIB) mendatang, yang mempertemukan Milan kontra Liverpool, memang pantas disebut partai puncak. Demi mencapai Athena, kedua tim berhasil menyingkirkan tim-tim terbaik dari Eropa.Namun bukan hanya itu saja yang membuat Il Rossoneri dan The Reds pantas menyandang status dua klub terbaik yang pantas ada di final. Ditilik dari catatan Liga Champions, keduanya juga memiliki catatan sejarah meyakinkan di kompetisi itu.Milan dan Liverpool membuktikan ketangguhannya dengan masuk ke dalam tiga besar peraih tropi Liga Champions paling banyak, hanya kalah dari juara sembilan kali Real Madrid yang tahun ini sudah tersungkur di babak 16 besar.Dari sepuluh kali masuk final, enam kali Milan jadi juara (1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003). Sisanya pada tahun 1958, 1993, 1995 dan 2005, mereka harus puas jadi runner-up. Sedangkan Liverpool sudah lima kali jadi nomor satu (1977, 1978, 1981, 1984, 2005), dalam enam kali percobaan (hanya gagal pada tahun 1985).Prestasi yang ditunjukkan Milan dan Liverpool di kompetisi antar klub paling bergengsi se-Eropa itu bahkan jauh meninggalkan para rivalnya dalam kompetisi domestik masing-masing klub.Di Italia, hanya Juventus --lima kali runner-up dan dua kali juara-- yang paling mendekati prestasi Milan. Sedangkan di tanah Inggris, baru Manchester United dan Nottingham Forest yang membuntuti Liverpool, dengan dua piala dari dua kali masuk final.Kedua finalis Liga Champions tahun ini memang boleh dibilang kalah mentereng dibanding para rival di negaranya karena harus memulai dari babak ketiga kualifikasi Liga Champions. Meski begitu hal tersebut justru bisa dilihat sebagai betapa beratnya perjuangan dan perjalanan yang menguji tradisi kuat kedua klub menuju final. Apalagi keikutsertaan Milan sempat diragukan akibat pemotongan nilai buah dari skandal Calciopoli. "Tidak ada klub Italia yang mencapai final sebanyak kami, kami mencapai hasil luar biasa ini berkat komitmen klub dan pemain. Ini sangat menyenangkan dan final ini menjadi lebih penting karena berhasil dicapai pada akhir musim yang sulit," ujar Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani dilansir Channel 4Keduanya boleh gagal juara di kompetisi domestik musim lalu dan juga musim ini, namun melihat performanya di Liga Champions, siapa yang bisa menolak kalau Milan dan Liverpool memang layak ada di partai puncak. (krs/lom)











































