'Kegilaan Enam Menit'

Final Liga Champions

'Kegilaan Enam Menit'

- Sepakbola
Selasa, 22 Mei 2007 13:19 WIB
Kegilaan Enam Menit
Jakarta - Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menjadi juara Liga Champions? Tak perlu 2 x 45 menit, soalnya Liverpool mampu merengkuhnya hanya dalam tempo enam menit.Minggu ini dua tahun lalu, tepatnya 25 Mei 2005, AC Milan dan Liverpool mengukir sejarah sekaligus final Liga Champions paling dramatis yang dijamin sulit dicari padanannya.Dalam final Liga Champions edisi 51 yang digelar di Ataturk Olympic Stadium, Turki, Milan memimpin saat pertandingan baru berjalan semenit melalui Paolo Maldini. Gol cepat tersebut memacu semangat Rossoneri makin menggebu untuk terus menekan pertahanan Liverpool.Dimotori Kaka, Milan menguasai penuh jalannya pertandingan. Hernan Crespo, yang berstatus pinjaman Chelsea membuat Milan makin jumawa dengan dua gol yang ia cetak dalam selang lima menit jelang turun minum.Dengan keunggulan 3-0, tropi Liga Champions seakan sudah mengetuk pintu Milan. Tapi pasca jeda, kondisi tersebut berbalik 180 derajat. Entah apa yang diberikan Rafael Benitez buat anak asuhnya, yang pasti 45 menit kedua pasukan merah gantian menguasai lapangan."Banyak orang bertanya apa yang terjadi saat jeda dan mereka ingin mendengar saya berkata kalau kami gila jika menganggap bisa memenangi pertandingan tersebut. Tapi semuanya berbalik. Saya mulai menyadari bahwa itu merupakan sukses besar. Itu mungkin pertandingan terbaik yang pernah ada," ungkap Jamie Carragher.Apa yang dilakukan Liverpool di babak kedua memang luar biasa. Dan kalau disebut kemenangan mereka diraih hanya dalam enam menit, itu memang faktanya.The Kop mulai menggeliat di menit 54, melalui gol tandukan Steven Gerarrd. Dua menit berselang gantian Vladimir Smicer melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti dan menjebol jala Dida. Empat menit kemudiam, "kegilaan" itu terlengkapi lewat gol Xabi Alonso. Meski gagal memperdaya Dida dari titik putih, sang gelandang mampu me-rebound-nya yang mengubah skor menjadi 3-3.Jerzy Dudek memang kemudian menjadi pahlawan karena mampu mementahkan eksekusi Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko di adu penalti. Namun apa yang terjadi dalam kurun menit 54 sampai 60 menjadi faktor paling dramatis dalam final tersebut.Usai pertandingan Carlo Ancelotti mengeluarkan komentar yang bakal terus dikenang jika mengingat kembali pertandingan tersebut. Disebutnya Milan kalah karena "enam menit yang gila".Kamis (24/5/2007) lusa, Milan punya kesempatan membalas pil pahit yang terpaksa mereka telan dua tahun lalu. Meski membantah akan adanya pembalasan dendam, namun aroma itu tak bisa dihilangkan begitu saja mengingat saat ini banyak pemain Milan yang terlibat dalam laga tersebut.Sekuel Milan versus Liverpool banyak yang meyakini tak akan sesepektakuler edisi pertamanya. Namun final Liga Champions selalu menjanjikan drama penuh aksi yang akan menuliskan sejarah baru dan terlalu sayang untuk dilewatkan. (din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads