Liga Champions
Musim Minim Produktivitas
Rabu, 23 Mei 2007 14:26 WIB
Jakarta - Manchester United boleh saja menang 7-1 atas AS Roma di perempatfinal. Namun itu belum membantu meningkatkan rataan produktivitas gol yang rendah musim ini.Saat Liga Champion sedang heboh-hebohnya jelang laga final antar AC Milan kontra Liverpool, kompetisi antar klub papan atas Eropa itu mencatatkan sebuah torehan yang tak bisa dibilang baik musim ini.Adalah minimnya rataan jumlah gol perpertandingan yang menjadi perhatian. Memang dibanding musim lalu, jumlah yang torehkan di edisi ke-52 tahun ini mengalami peningkatan, namun statistik tersebut tetap saja tergolong rendah jika dibanding beberapa musim terakhir.Hingga laga semifinal antara Manchester United versus AC Milan dan Chelsea kontra Liverpool, jumlah rata-rata gol musim ini adalah 2,29 (lebih tinggi dibanding musim sebelumnya yang cuma 1,97). Dengan jumlah tersebut, Liga Champions musim ini menduduki posisi keenam terendah sejak perubahan format tahun 1992-1993 silam. Lihat saja jumlah gol yang sudah dibuat dua finalis musim ini, yang kebetulan sama-sama start dari kualifikasi ketiga. Milan total 21 kali menjebol jala lawan, sementara Liverpool punya koleksi 20 gol (di luar adu penalti).Bandingkan dengan apa yang diraih Real Madrid saat menjuarai Liga Champions musim 1999/2000. Memang saat itu ada dua fase grup yang membuat tiap tim bisa melakoni lebih banyak pertandingan, tapi jumlah 32 gol yang dibuat Raul Gonzales cs saat itu tetap saja terbilang wah.Rataan gol perpertandingan Liga Champions1992-93: 1,00 1993-94: 3,33 1994-95: 1,92 1995-96: 1,871996-97: 2,46 1997-98: 2,15 1998-99: 2,77 1999-00: 3,38 2000-01: 2,31 2001-02: 2,85 2002-03: 3,00 2003-04: 2,45 2004-05: 2,90 2005-06: 1,97 2006-07: 2,29 (din/din)











































