Milan Patahkan Tradisi
Kamis, 24 Mei 2007 06:03 WIB
Athena - Kesuksesan AC Milan mengandaskan Liverpool di final menorehkan sejarah baru di ajang Liga Champions. Bahkan sejarah itu sudah mulai mencuat sejak semifinal.Liga Champions musim ini menjadi kali ketiga suatu negara mampu menempatkan tiga wakilnya di babak semifinal, yakni Liverpool, Manchester United dan Chelsea. Pada dua kesempatan sebelumnya, negara yang mendominasi jatah empat besar selalu mampu menjadi kampiun.Pada musim 1999/00, tiga wakil Spanyol yakni Barcelona, Real Madrid dan Valencia masuk ke semifinal, di mana El Real jadi juara. Tradisi berlanjut pada musim 2002/03 saat Italia menempatkan Juventus, AC Milan dan Inter Milan di empat besar. Saat itu Milan yang jadi nomor satu.Namun tradisi itu sukses didobrak Milan dengan menundukkan Liverpool 2-1 di partai puncak, Kamis (24/5/2007) dinihari WIB. Il Rossoneri menjadi tim pertama sepanjang sejarah Liga Champions maupun Piala Champions --format lawas Liga Champions-- yang mampu melewati "keroyokan" tiga klub satu negara.Sejarah baru bahkan juga sudah dicatat Paolo Maldini cs semenjak lolos dari hadangan Manchester United pada babak semifinal. Sejarah mencatat bahwa partai puncak selalu diisi wakil dari satu negara, jika negara bersangkutan mampu mengisi tiga slot di babak empat besar. Maka, kemenangan Il Diavolo atas "Setan Merah" pun sudah merevisi catatan tersebut.Pertanda bahwa Milan sedari awal sepertinya sudah mendapat restu dewa-dewi Yunani untuk meraih gelar ketujuhnya? Mungkin saja! (krs/lom)











































