Blatter (Akhirnya) Akui Italia

Blatter (Akhirnya) Akui Italia

- Sepakbola
Kamis, 24 Mei 2007 10:57 WIB
Blatter (Akhirnya) Akui Italia
Athena - Presiden FIFA Sepp Blatter kerap membuat warga Italia geram dengan komentar-komentarnya seputar sukses Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006. Namun di Athena, Kamis (24/5/2007) dinihari WIB, Blatter mengakui kebesaran sepakbola "Negeri Pizza".Final Piala Dunia di Jerman 10 bulan lalu, Blatter pertama kali mengecewakan publik Italia. Ketika itu, secara sengaja, dia menolak memberi tropi kemenangan kepada Fabio Cannavaro. Waktu itu Blatter menggunakan dalih final sesama kontestan Eropa karena partai puncak mempertemukan Italia melawan Prancis. Alhasil Presiden UEFA (ketika itu) Lennart Johannson pun mendapatkan kehormatan untuk memberikan tropi kepada sang juara. Selang beberapa bulan, Blatter kembali membuat publik Italia geram. Gara-garanya adalah permintaan maafnya atas kegagalan Australia ke perempat final Piala Dunia 2006. Kebetulan lawan Aussie di perdelapan final adalah tim Azzurri, yang lolos berkat penalti kontroversial yang dieksekusi oleh Francesco Totti. Walau belakangan Blatter telah meminta maaf kepada publik Italia, namun sikap dan pernyataan-pernyataannya telah membuat media setempat melabelinya sebagai "pengkritik sepakbola Italia".Tetapi bisa jadi kemenangan AC Milan atas Liverpool di final Liga Champions, mengubah opini Blatter. Tak cuma muncul di podium kehormatan, dia pun turut memberikan selamat buat pemenang. Tidak seperti saat Italia memenangkan Piala Dunia 2006, kali ini pria asal Swiss itu mengakui bahwa Milan pantas sebagai juara. "Kemenangan Milan sangat pantas. Saya pun sangat bahagia karena bisa hadir di fesival sepakbola Eropa di mana dua tim memainkan sepakbola yang hebat terutama di babak kedua," sebutnya seperti dikutip Channel4. Dalam skuad Milan yang ditampilkan Carlo Ancelotti dinihari tadi, sembilan pemain di antaranya merupakan pemain asal Italia. Maka tidak salah jika Rossoneri, yang dipuji Blatter, mewakili sepakbola Italia. "Hari ini kita melihat betapa sepakbola adalah soal emosi dan bahwa seluruh fans telah menunjukan sikap yang luar biasa. Dengan gembira saya mengatakan bahwa hari ini tim terbaik telah menang...," tukasnya. Walau hadir di Athena, Blatter tidak berhak menyerahkan tropi kepada sang juara. Adapun tropi diserahkan oleh Michel Platini, Presiden UEFA yang terpilih Januari lalu. Itu sekaligus tugas simbolis resmi pertama mantan striker timnas Prancis itu dalam kapasitasnya sebagai pimpinan otoritas sepakbola tertinggi di Eropa. (mel/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads