'Kereta Api Cepat' Ceko Berhenti
Selasa, 29 Mei 2007 08:13 WIB
Praha - Karel Poborsky pernah menjadi keindahan tersendiri di dunia sepakbola. Tapi waktu telah memanggil sang "Kereta Api Cepat" untuk tidak beroperasi lagi di dalam stadion.Poborsky memilih hari Senin (28/5/2007) kemarin sebagai waktu baginya mengumumkan pensiun. Ia memutuskan gantung sepatu dalam usia 35 tahun, sebagai pemain paling sering membela timnas Republik Ceko sebanyak 118 kali."Saya berubah pikiran pada jeda musim dingin lalu," kata Poborsky, yang terakhir tercatat sebagai pemain klub divisi satu Ceko, Ceske Budejovice, seperti dikutip YahooSport."Untuk tetap termotivasi rasanya semakin sulit. Saya telah berinvestasi banyak dalam hal-hal lain, dan tak peduli betapa sulitnya buatku mengatakan ini, tapi saya tak lagi bahagia dengan sepakbola."Poborsky memang boleh-boleh saja tidak lagi bergairah menjadi pemain bola. Maklum, ia telah memperoleh banyak hal yang tidak semua orang bisa meraihnya: ketenaran, prestasi, pengalaman, dan tentu saja kekayaan.Pemain spesialis sayap kanan itu pernah menyihir dunia di ajang Euro 1996. Bersama antara lain Pavel Nedved, Vladimir Smicer, dan Patrick Berger, ia tampil gemilang untuk membawa Ceko ke final, sebelum dikalahkan Jerman lewat gol emas Oliver Bierhoff.Poborsky menyita perhatian publik saat mencetak gol sensasional ke gawang Portugal, dengan me-lob bola melewati kiper Vitor Baia. Gol tersebut kelak menjadi trade mark pria berambut keriwil-keriwil itu.Kehebatan Poborsky, terutama kecepatan larinya yang luar biasa -- sehingga dijuluki "Kereta Api Cepat" -- , membuatnya digaet Manchester United usai Euro 1996. Meski harus berbagi peran dengan rising star MU saat itu, David Beckham, namun ia langsung merasakan titel Premiership.Setelah dua tahun menjajal Liga Inggris, di musim 1998/1999 Poborsky pindah ke klub raksasa Portugal, Benfica. Di sana ia bermain selama tiga musim, sebelum hijrah ke Italia untuk memperkuat klub ibukota, Lazio. Di Italia ia sering merasakan home sick dan akhirnya memutuskan kembali ke kampung halamannya di tahun 2002. Setelah membela klub lamanya Sparta Praha, pada musim panas 2005 Poborsky kembali ke klub pertamanya, Ceske Budejovice, yang kini ia bahkan menjabat sebagai presiden klub."Saya telah memenangi beberapa kejuaraan nasional, bermain di tiga final Kejuaraan Eropa dan satu Piala Dunia," tutur pemain yang juga mengantarkan Ceko ke semifinal Euro 2004 itu -- tapi Ceko tampil buruk di Piala Dunia 2006, tersingkir di penyisihan grup."Saya juga pernah terpilih sebagai pemain terbaik di negara saya, dan karirku telah membawakan saya begitu banyak momen bahagia." Jadi, memang tidak ada lagi yang perlu dikejar dari sang "Kereta Api Cepat". (a2s/krs)











































