Mabuk, Serang Wasit, Dimusuhi Satu Negara
Selasa, 05 Jun 2007 08:20 WIB
Copenhagen - Gara-gara satu orang ini Denmark terancam gagal ke putaran final Euro 2008. Alkohol dan emosi tak terkendali membuat fans yang marah ini mencoba menyerang wasit.Insiden upaya penyerangan terhadap wasit Herbet Vandel dalam laga kualifikasi Denmark versus Swedia di Copenhagen akhir pekan lalu memang membuat heboh Eropa terutama pihak tuan rumah. Besar kemungkinan Tim Dinamit kehilangan tiga angka walaupun pertandingan dihentikan dalam kedudukan 3-3. Karena baru mengumpulkan tujuh poin dari lima partai, dan menghadapi persaingan ketat dengan Irlandia Utara, Spanyol, dan Swedia, keadaan ini tentu bisa amat menyulitkan Jon Dahl Tomasson dkk.Kambing hitam kondisi ini hanya satu: si "R". Di menit 89, pria 29 tahun itu masuk ke lapangan dan nyaris memukul wasit. Serangannya masih untung bisa digagalkan seorang pemain Denmark yang berada di dekat sang wasit."Saya minta maaf pada semua orang Denmak. Saya merampas sebuah malam yang luar biasa dari begitu banyak orang," tutur fans tersebut kepada harian Denmark Ekstra Bladet dalam wawancaranya yang dikutip Reuters.Hanya disebut inisianya saja dengan alasan hukum, pria ini mengakui dalam keadaan mabuk saat melakukan tindakan memalukan tersebut. Katanya, sebelum menonton ia meminum 15-18 kaleng bir.Ia juga tidak terlalu ingat seluruh kejadian. Tapi ia ingat dirinya sangat marah ketika Fandel mengacungkan kartu merah kepada Christian Poulsen dan memberi Swedia hadiah penalti. Ia bilang, ia ingin mengatakan pada wasit bahwa keputusan tersebut 'nonsen'.Koran tersebut memberi label si "R" sebagai "orang yang paling dibenci dan yang paling tidak menyenangkan se-Denmark". Atas kelakuannya ini ia terjerat kasus pidana dan bisa dijebloskan ke penjara."Saya tak bisa tidur sepanjang malam di dalam sel tahanan. Hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah melukai tim nasional. Saya berharap suatu hari nanti saya punya kesempatan minta maaf orang per orang atas perbuatan saya terhadap wasit." Begitulah. Penyesalan memang selalu datang belakangan. (a2s/din)










































