Pentas Dunia di Kandang Sendiri

Piala Asia

Pentas Dunia di Kandang Sendiri

- Sepakbola
Kamis, 21 Jun 2007 11:56 WIB
Pentas Dunia di Kandang Sendiri
Jakarta - Bermodalkan tiga kali mengikuti putaran final, Indonesia mendapat kesempatan langka yang entah kapan bisa digapai lagi: menjadi tuan rumah pesta sepakbola terbesar di Asia.Bersama Malaysia, Vietnam dan Thailand, Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia selama kejuaraan Piala Asia 2007 digelar 7-29 Juli. Hebatnya, Jakarta-lah yang dipilih sebagai lokasi pertandingan puncak, yakni babak final.Penunjukan oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) ini tak pelak harus disyukuri oleh masyarakat sepakbola di tanah air, dikaitkan dengan kerinduan tak pernah henti akan lahirnya seorang anak bernama "prestasi membanggakan" dari tim nasional "Merah Putih".Terlalu banyak catatan datar bahkan menukik tentang perjalanan panjang timnas Indonesia. Paling "dekat", titel terakhir didapat adalah medali emas SEA Games 1991. O, itu 16 tahun yang silam.Berharap Indonesia tiba-tiba mencorehkan sejarah di Piala Asia nanti juga sebaiknya jangan. Bukan bermaksud "kalah sebelum bertanding", tetapi dari aspek apapun kualitas Ponaryo Astaman dkk tidaklah cukup bahkan untuk lolos dari penyisihan grup. Bersama juara tiga kali Arab Saudi dan juara dua kali Korea Selatan -- keduanya juga sudah lama jadi langganan Piala Dunia -- plus Bahrain di Grup D, status tuan rumah tampaknya bukan sebuah keuntungan yang mutlak mendatangkan kentungan nyata buat Indonesia.Seperti biasa -- sebagaimana telah diakui oleh PSSI dan para pemain -- target tertinggi yang masih bisa diupayakan adalah membuat kejutan. Kejutan itupun bisa macam-macam ukurannya. Menahan seri Korea dan Arab, misalnya, tentu sebuah kejutan yang tak kalah membanggakan, apalagi lolos ke babak kedua -- Amiin.Sasaran terbaik di luar teknis tim barangkali mengoptimalkan pekerjaan kita sebagai tuan rumah. Kalimat yang gampang, jadilah tuan rumah yang baik. Jamulah tetamu internasional dengan jamuan dan suguhan terbaik. Buatlah mereka merasa memang ada pesta besar dan meriah yang digelar di ranah Melayu ini.Pesta sepakbola bukan sekadar merenovasi stadion, memberi para kontingen hotel-hotel terbaik, tapi juga menimbulkan kegairahan massal dari masyarakatnya. Harus diciptakan kondisi demikian agar pesta itu menjalar ke tempat-tempat yang jauh.AFC menargetkan Piala Asia tahun ini bisa memancing 400 juta orang melalui siaran televisi, naik dari 250 juta pemirsa untuk Piala Asia empat tahun lalu di Beijing, Cina. Sayang, sejauh ini hangar-bingar Piala Asia di Jakarta belum mencolok. Banner-banner besar di ibukota masih minim, bahkan bisa dihitung dengan jari, sementara turnamen kurang tiga minggu lagi. Menggelar event internasional adalah sebuah promosi ampuh kepada dunia. Segala yang baik-baik bisa digambarkan dari situ, termasuk menggencarkan kampanye global bahwa Indonesia negara yang aman, negeri yang menarik, serta sanggup mementaskan sebuah gelaran besar di bidang olahraga.Pada akhirnya, Piala Asia 2007 menjadi suatu momentum berharga untuk menyedot perhatian dunia, tidak sebatas pertandingan sepakbola itu sendiri, yang syukur-syukur timnas kita tetap mampu membuat kejutan seperti disebutkan di atas. Seperti slogan penggugah semangat yang telah dipancangkan untuk tim Indonesia, semoga kita bisa lantang saat meneriakkan "Ini Kandang Kita!" (a2s/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads