Pembuktian Argentina, Tantangan Brasil

Copa Amerika 2007

Pembuktian Argentina, Tantangan Brasil

- Sepakbola
Senin, 25 Jun 2007 12:35 WIB
Pembuktian Argentina, Tantangan Brasil
Jakarta - Copa Amerika 2007 bukan sekedar turnamen dua tahunan dan perkara menjadi yang terbaik buat Argentina dan Brasil. Dua unggulan itu punya misi lain sebagai tim besar dunia.Di Amerika Selatan, Argentina boleh menyebut dirinya nomor satu. Meski sama-sama meraih 14 gelar juara Copa Amerika bersama Uruguay, tapi status nomor wahid dikuatkan dengan dua tropi Piala Dunia -- Brasil meski lima kali juara dunia tapi baru tujuh kali menjadi raja Conmebol.Namun kejayaan itu sudah lama tak berkunjung ke Albiceleste. Di turnamen tersebut, pesta juara yang terakhir mereka rayakan terjadi di edisi 1993 atau 14 tahun lalu.Argentina bukannya tanpa daya. Dengan talenta pemain yang seakan tak ada habisnya mereka selalu masuk daftar unggulan di setiap turnamen, sayang itu tak berlanjut pada prestasi di penghujung kompetisi. Sejak 1993, Brasil tercatat tiga kali menghalangi laju Argentina, sementara tahun 1997 gantian Peru yang menjegal -- sekali mereka tidak ikut. Maka saat Copa Amerika kembali dihajat tahun ini, Argentina bertekad menjadikannya kesempatan untuk membuktikan diri. Pembuktian bukan hanya soal menjaga status mereka sebagai penguasa Amerika Selatan, tapi juga sebagai pembalasan atas kegagalan di Piala Dunia 2006 lalu.Pelatih Alfio Basile pun datang dengan membawa kekuatan menakutkan dengan nyaris tak ada pemain mereka yang absen. Maka tak mengherankan kalau nama-nama besar semisal Hernan Crespo, Lionel Messi, Javier Mascherano, Juan Riquelme masuk dalam daftar pemain mereka.Buat Basile ini menjadi semacam pertaruhannya setelah menggantikan Jose Pekerman pasca Piala Dunia lalu.Hal serupa terjadi di Brasil. Meski berstatus juara bertahan, kondisi Tim Samba tak bisa dibilang terlalu baik, mereka baru mengalami perubahan kepemimpinan setelah Dunga masuk menggantikan Carlos Alberto Parreira, juga pasca Piala Dunia lalu.Tantangan buat Selecao makin besar karena mereka tidak datang dengan kekuatan penuh. Kaka dan Ronaldinho absen dengan alasan terlalu lelah setelah mengarungi kompetisi Eropa. Itu belum termasuk nama Ronaldo, Robert Carlos, Cafu, Adriano dan Dida yang tak lagi masuk di hati mantan kapten Brasil itu."Misinya selalu sama setiap saat. Kami harus berpikir soal kemenangan dan bekerja keras meraihnya," sahut Dunga.Sejauh mana kiprah dua negera unggulan ini di Copa Amerika 2007? Jawabannya tentu masih harus menunggu 15 Juli nanti saat partai final rampung digelar. (din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads