Copa Amerika
Menanglah dengan Cantik
Selasa, 10 Jul 2007 08:13 WIB
Barquisimeto, - Menang memang tujuan utama, kalau tak mau dibilang satu-satunya tujuan. Tapi tetap ada nilai lebih jika sebuah kemenangan bisa dicapai dengan cara yang cantik.Pelatih Argentina Alfio Basile seperti mengajarkan bagaimana seharusnya rival utama mereka, Brasil, bermain di Copa Amerika saat ini, sebagaimana diharapkan pula oleh fans mereka di seluruh dunia.Basile merespons komentar arsitek Tim Samba, Dunga, yang terkesan pragmatis dan seperti mengesampingkan ciri khas sepakbola indah ala Brasil alias Jogobonito. Dunga mengatakan, yang penting adalah efektivitas, kekompakan, dan kerja tim. "Realitas adalah (yang ada di) lapangan," cetus mantan kapten yang membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1994 itu."Ini bukan sekadar menang," timpal Basile dikutip Reuters. "Anda gampang saja memenangi sebuah pertandingan. Tapi memenanginya dengan cara seperti kami membuat saya bangga."Basile boleh merasa bangga pada timnya saat ini karena relatif selalu menyuguhkan permainan yang indah. Terakhir, di babak perempatfinal, mereka melakukannya saat menundukkan Peru 4-0.Di fase yang sama Brasil memang melumat Chile dengan skor lebih telak, 6-1, tapi permainan Robinho dkk dinilai sebagian pengamat tidak terlalu mengesankan. Paling tidak, karakter Brasil yang asli belum keluar. Faktor materi tim tampaknya membuat Dunga harus melontarkan pernyataan di atas. Bagaimanapun bisa lain ceritanya jika bintang macam Ronaldinho dan Kaka tidak mengeluh kecapekan dan minta izin absen dari turnamen ini. Sebaliknya, Argentina hadir dengan kekuatan penuh. Mereka antara lain punya dua plamaker jenius dalam diri Juan Roman Riquelme dan Juan Sebastian Veron, plus penyerang cerdas Lionel Messi dan Carlos Tevez. Yang menarik, Argentina dalam beberapa tahun terakhir selalu difavoritkan dalam setiap turnamen yang diikuti. Tapi walaupun memainkan sepakbola yang indah, tapi mereka angkat kaki lebih cepat. Terakhir kali Argentina merengkuh titel mayor adalah di Copa Amerika 1993. Kebetulan, ketika itu Basile-lah yang menangani Tim Tango. (a2s/din)











































