Piala Asia
PR untuk Panitia Jakarta
Rabu, 11 Jul 2007 12:50 WIB
Jakarta - Beberapa masalah muncul menyangkut gelaran Piala Asia di Jakarta, mulai dari pembagian tiket hingga pengamanan stadion yang dinilai masih kurang layak. Panitia lokal dituntut segera menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) ini.Cukup banyak kekurangan terlihat dalam penyelenggaraan pertandingan pertama Grup D hari Selasa (10/7/2007) kemarin, saat tuan rumah Indonesia bertanding melawan Bahrain. Kesiapan personel keamanan dan panitia dinilai masih jauh dari sempurna.Untuk penyediaan tiket misalnya, pada kenyataannya banyak calon penonton yang mengaku kecewa dengan kerja panitia. Mulai dari pengaturan antrean hingga akses masuk para pemegang tiket.Pengalaman Bondan, salah satu pemegang tiket kelas 4 menjadi salah satu contoh nyata gambaran kurang siapnya panitia. Dalam surat elektroniknya kepada Detiksport, ia mengungkapkan bahwa pemilik tiket yang harusnya masuk lewat pintu sektor 17 tidak bisa berada di dalam tribun karena pintu tertutup."Sektor 17 masih terkunci sampai pertandingan sudah mulai kira-kira 15 menit, padahal di dalam ada panitia berkeliaran dan alasan mereka kunci pintunya tidak ada. Sedangkan suporter sudah membeludak dan mereka semua memiliki karcis masuk sektor 17," curhat-nya.Tidak hanya itu, bahkan untuk mendapatkan selembar tiket para calon penonton harus berjuang keras mempertahankan posisi di antrean karena pihak panitia tidak menyiapkan jalur antrean yang memadai.Alhasil suporter jadi bergerombol di depan loket. Malah ada stand ticket box yang rusak karena tidak mampu menahan desakan para pembeli.Masalah lain seputar tiket adalah calo. Meski sudah dilarang, namun calo-calo ini tampak leluasa beroperasi dengan harga yang berlipat-lipat dari aslinya. Ironisnya, para petugas keamanan maupun panitia seperti membiarkan.Mercon di dalam StadionUrusan keamanan juga demikian. Pihak keamanan harus ekstra waspada mengawasi penonton karena di laga tersebut mereka kecolongan dengan masuknya petasan di dalam stadion.Detiksport juga melihat ada kembang api yang dinyalakan di sudut-sudut tribun tertentu. Bisa dibilang pihak keamanan kecolongan karena dalam aturan sepakbola internasional menyebutkan bahwa barang-barang tersebut dilarang masuk ke stadion.Contoh-contoh di atas hanya beberapa dari catatan buruk panpel lokal, meski tidak sedikit juga kinerja mereka yang patut menuai pujian. Salah satu di antaranya pelayanan Ticketing Voulenteer yang banyak dilaporkan memberi kemudahan pemegang tiket untuk mendapatkan tempat duduk mereka."Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang karena anak-anak bangsa sedang bertanding dan kita mau menyaksikan dengan jalur yang sah dengan memiliki karcis," harap Bondan.Sekarang semuanya kembali ke pihak panitia penyelenggara untuk segera membenahi kekurangan yang ada. (ian/a2s)











































