Lampu GBK Padam
Diduga Overload Pasokan Listrik
Kamis, 12 Jul 2007 00:04 WIB
Jakarta - Padamnya lampu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, saat berlangsung pertandingan Arab Saudi versus Korea Selatan diduga karena terjadi overload pasokan listrik.Demikian dikatakan Sekjen PSSI yang juga ketua panitia lokal Piala Asia di Indonesia, Nugraha Besoes, kepada wartawan usai pertandingan yang berkesudahan 1-1, Rabu (11/7/2007)."Saat lampu mati, genset cadangan belum dihidupkan. Untuk menyalakan butuh 15 menitan. Saya langsung ikut ke ruang mesin dan saya duga ada overload," ujarnya.Dia menerangkan, selama Piala Asia digelar ada penambahan daya listrik di GBK untuk keperluan layar raksasa (big screen), loud speaker, dan sekitar 2.000-an koneksi internet wi-fi di dalam stadion. Namun sejak awal hal ini telah dikoordinasikan dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) oleh pengelola GBK.Saat ditanya kemungkinan insiden memalukan ini terjadi lagi, ia menjawab: "Kalau itu persoalan GBK. Saya sudah minta ketua direksi (Indra Setiawan) harus ada jaminan tidak akan mati lagi."Nugraha juga membantah kemungkinan adanya sabotase. "Saya pikir tidak demikian. Ini murni force majeur," tukasnya. Sebagian lampu di GBK mati dan menunda pertandingan saat waktu menunjukkan tepat di menit 84.35. Dari lampu yang mengarah ke lapangan, lampu teratas di tribun barat sebagian padam. Sedangkan lampu yang terletak di bawahnya malah padam seluruhnya. Namun lampu di tribun Timur tampak menyala dan terlihat tak bermasalah.Kejadian itu tak pelak mengundang cemooh dari penonton. Di awal kejadian tersebut, teriakan "uu..." terdengar cukup keras. Lampu padam selama 20 menit dan para pemain tampak masih ingin melanjutkan pertandingan yang terhenti di skor imbang 1-1. Kedua kubu pemain pun tampak bertahan di pinggir lapangan. Setelah 22 menit padam, kedua tim tampak menendang-nendang bola di lapangan dan wasit pun terlihat bersiap-siap. Tepat 24 menit usai padam, monitor yang ada di media tribun tampak kembali menyala. Selang semenit, lampu stadion tribun barat kembali menyala walau masih belum sempurna dan laga pun kembali dimulai. Tetapi papan skor utama di sebelah utara malah terlihat mati, padahal sebelumnya masih menyala saat sebagian lampu padam.Menurut aturan, jika lampu mati, ada kesempatan berhenti selama 15 menit. Jika diteruskan dan lampu padam lagi, diberi kesempatan jeda 15 menit kedua. Baru kalau lampu kembali mati, pertandingan dapat dihentikan. (krs/a2s)











































