Piala Asia
Bruno Metsu yang Tetap Gaya
Jumat, 13 Jul 2007 01:04 WIB
Hanoi - Saat memimpin Senegal di Piala Dunia 2002, penampilan Bruno Metsu berbeda dengan kebanyakan pelatih yang ada. Hingga kini sosoknya nyaris tak berubah: tetap gaya.Metsu mulai dikenal orang seiring fenomena Senegal yang tampil mengejutkan di Korea-Jepang lima tahun laln. Selain polesan tangannya yang terbukti ampuh -- Senegal lolos hingga babak perempatfinal -- ia juga berpenampilan atraktif.Dengan rambut bergelombang dan gondrong, pers amat suka menyebutnya lebih mirip seorang penyanyi rock ketimbang pelatih sepakbola. Ia juga dibilang mirip dengan penyanyi top Michael Bolton. Meski terkesan rocker, tapi Metsu tetap berbusana stylish dan terlihat glamor. Pembawaannya juga halus dan ramah. Singkat kata, lelaki kelahiran 28 Januari 1954 ini mudah disukai banyak orang.Saat ini Metsu berada di Hanoi, Vietnam, sebagai pelatih Uni Emirat Arab. Ia memimpin negara tersebut untuk menapak ke level lebih tinggi, Piala Asia, setelah pada akhir Januari lalu mempersembahkan titel Piala Teluk untuk pertama kalinya buat UEA.Namun pada pertandingan perdana UEA ditekuk Vietnam 0-2. Dengan Jepang sebagai lawan berikutnya hari ini, Jumat (13/7/2007), tak heran Metsu disebut-sebut sudah berada di bawah tekanan.Akan tetapi ia tetap cool. "Saya percaya pada diri sendiri," ujarnya dikutip Reuters. "Buat saya, kepercayaan diri bukanlah masalah. Saya masih bisa melihat cermin dan itu tidaklah masalah!"Tentang kemungkinan ia ditendang dari posisinya sebagai pelatih UEA, Metsu tidak pesimistis. Ia berdalih saat ini ada lima pemain intinya yang cedera. Skuad yang dibangunnya juga relatif muda dan dinilainya punya masa depan yang sangat baik."Saya tidak mencemaskan hasil melebihi performa. Pers punya pekerjaan yang harus dilakukan. Jika Anda menang, maka tim Anda hebat. Kalau kalah, tim Anda buruk," tukasnya."Jika semua orang senang, saya oke. Kalau tidak, saya akan mencari pekerjaan di tempat lain dan tidur," seloroh pria Prancis yang telah memeluk Islam ini. Metsu juga mengkritik buruknya kepemimpinan wasit di Piala Asia kali ini. Ia pun terkenang dengan laga tuan rumah Korea melawan Spanyol dan Italia di Piala Dunia 2002 sebagai dua pertandingan yang dipimpin oleh wasit yang sangat buruk."Sebuah tim yang bagus bisa jadi akan melawan wasit juga. Pertandingan kami melawan Vietnam sangat berat, melawan fans dan wasit," tukasnya. "Saya harus memperingatkan para pemain sebelum bertanding, bahwa wasit mungkin melawan Anda." (a2s/din)











































