Getirnya Ultah Kolev
Minggu, 15 Jul 2007 01:57 WIB
Jakarta - Usia emas selayaknya dirayakan dengan sesuatu yang memiliki kesan indah dan mendalam. Sayang justru kegetiran yang didapat Ivan Kolev tepat di hari jadinya yang ke-50.Jangankan bersuka cita, senyum bahkan tak tersungging dari bibir pelatih asal Bulgaria itu saat berulang tahun hari Sabtu (14/7/2007). Kekalahan 1-2 atas Arab Saudi jelas menjadi perusak rencana perayaan HUT Kolev. Makin membuat getir sang pelatih adalah gol penentu kekalahan yang terjadi hanya beberapa detik sebelum laga berakhir."Saya sangat-sangat kecewa buat pemain dan seluruh tim ini. Saya menyesal untuk penonton karena kami seharusnya mendapat satu poin," Kolev mengutarakan kekecewaannya. Mampu memaksimalkan "keterbatasan" pasukannya di hadapan nama besar Arab Saudi, ia harus menyerah pada takdir injury time saat Saad Al Harthi memaksa Yandri Pitoy untuk kali kedua memungut bola dari gawangnya.Kolev yang mengaku lupa dengan ulang tahunnya sendiri karena terlalu berkonsentrasi membesut Bambang Pamungkas cs sebenarnya layak mendapat kado indah nan berkesan Sabtu kemarin. Bukan hanya karena totalitasnya mengabdi hingga lupa dengan tanggal lahirnya itu. Tapi yang lebih utama adalah hasil kerjanya di atas lapangan yang terbukti mampu membuat timnas lebih bertaji.Dalam kurun enam bulan setelah diangkat menggantikan Peter Withe, Kolev sudah menunjukkan hasil kerjanya. Meski sempat dipertanyakan karena memakai formasi 4-3-3 yang tidak umum di pakai timnas dan klub-klub Ligina, Kolev keukeuh pada pendirinya. Dengan formasi tersebut ia kini justru mengubah timnas menjadi begitu menjanjikan.Saat laga bergulir, tanda-tanda bahwa ulang tahun emas Kolev bakal berlangsung penuh keceriaan sebenarnya sempat muncul. Meski sempat teringgal, Indonesia mampu menyamakan kedudukan untuk kemudian menciptakan beberapa peluang serta memaksa sang lawan kerepotan mengimbangi fighting spirit pasukan "Merah Putih".Mengingat lawan yang dihadapai adalah negara sekelas Arab, hasil imbang sudah merupakan sebuah pencapaian positif. Tapi kenyataan memang tak selalu sesuai keinginan, tak terkecuali pada Kolev yang akhirnya harus mengakhiri pertandingan di pihak yang kalah.Kolev tentu tak patah arang dengan hasil tersebut -- sebagaimana ia tunjukkan saat menerima kembali jabatan pelatih meski dua tahun sebelumnya dipecat tanpa alasan yang jelas. Apalagi perjuangan memang belum selesai, meski berat, masih ada satu peluang untuk mengukir sejarah baru lolos ke babak kedua dengan meraih kemenangan atas Korea Selatan.Seperti gol Arab di masa injury time, segala hal masih mungkin terjadi di laga terakhir nanti. Kemenangan, meski peluangnya kecil, tetap ada untuk bisa diraih. Dan jika mampu meraih tiga poin, Kolev bisa menggelar pestanya yang tertunda. Sebuah selebrasi yang menandai usia emasnya dan akan terus dikenangnya karena mengantar Indonesia lolos ke babak kedua Piala Asia. (din/a2s)











































