Putihkan dan Gelorakan GBK!

Piala Asia

Putihkan dan Gelorakan GBK!

- Sepakbola
Selasa, 17 Jul 2007 10:08 WIB
Putihkan dan Gelorakan GBK!
Jakarta - Besok tim Indonesia bertanding lagi. Senayan sudah dimerahkan, kini saatnya untuk memutihkannya. Tapi dengan atribut warna apapun. Yang penting adalah GBK tetap digelorakan.Sejauh ini partai Indonesia vs Arab Saudi hari Sabtu lalu menyedot penonton paling banyak di pentas Piala Asia 2007. Tiket ludes terjual, sekitar 88 ribu orang membuat stadion terbesar di Asia Tenggara itu serasa sempit.Kekhawatiran fans Indonesia membawa atribut klub masing-masing kali itu tidak terbukti. Mereka akhirnya dipersatukan dan bersatu untuk menyapu stadion dengan warna merah, serta meneriakkan kata-kata yang itu-itu juga: "Indonesia... Indonesia..!!Ini tentu saja amat membanggakan. Juga ketika mereka melakukan standing ovation kepada Elie Aiboy dkk yang di akhir pertandingan tertunduk lesu karena kalah oleh gol injury time, padahal ketika gol Saad Al Harti lahir, lautan manusia itu sempat bungkam untuk beberapa detik.Yang paling melegakan adalah penonton meninggalkan arena dengan tertib. Kecemasan mereka mengamuk karena tim kesayangannya kalah, syukurlah tidak terbuki. Ini jelas sebuah gejala yang amat baik.Besok sore, Rabu (17/7/2007), suasana seperti itu diharapkan terjadi lagi -- dan tampaknya akan demikian. Dukungan lebih hebat amat dibutuhkan skuad Ivan Kolev karena pertandingan ini adalah hidup-mati. Lawan yang dihadapi pun merupakan salah satu yang terbaik di Asia.Tapi Korea bukan tim tak terkalahkan. Bahrain saja, yang ditaklukkan Indonesia 2-1 di pertandingan pembuka Grup D, dapat menundukkan Taeguk Warriors. Artinya, Indonesia pun memiliki kesempatan.Pada pertandingan tersebut Korea memperoleh kesempatan mengenakan kostum identitasnya: merah-merah. Maka Indonesia mengenakan kostum keduanya, putih-hijau. Biar tidak sama dengan pendukung Korea, penonton disarankan mengenakan atribut berwarna putih -- karena putih juga bagian dari merah-putih. Namun memutihkan Senayan bukan fungsi utama suporter, melainkan memberi dukungan terbaik untuk membarengi perjuangan pasukan Garuda di tengah lapangan. Gelora Bung Karno harus terus digelorakan. Dan setelah itu, apapun yang terjadi, tetaplah menjadi suporter yang simpatik. Janganlah melakukan hal-hal yang bisa menodai hal-hal baik yang telah dibuat sejauh ini. (a2s/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads