Piala Asia
Singkirkan Calo Stadion GBK
Selasa, 17 Jul 2007 11:04 WIB
Jakarta - Kesulitan calon penonton memperoleh tiket pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno seharusnya segera dibenahi panitia. Salah satu upaya krusial adalah menyingkirkan calo.Dari pantauan di lapangan maupun keluhan yang disampaikan pembaca ke redaksi detiksport, distribusi tiket pertandingan Indonesia masih bermasalah. Karcis keluaran AFC itu seperti mudah raib, padahal fans amat membutuhkannya.Hari Senin (16/7/2007) kemarin, misalnya, seorang suporter mengeluh karena sudah antre dari jam 11 di lokat stadion BGK, tapi hingga pukul 4 sore belum pula mendapatkan apa yang dicari."Kami tidak mau langsung menjual semua tiket karena banyak calo yang beredar," demikian penjelasan Hamka Kadi selaku Sekum LOC Piala Asia 2007 di Jakarta, tentang "kelangkaan" tiket tersebut.Di dua pertandingan pertama Indonesia -- melawan Bahrain dan Arab Saudi -- detiksport dengan mudah menyaksikan pemandangan para calo bergentayangan di seputar stadion. Gerak-gerik mereka sebagai calo mudah ditandai terutama saat mendekati calon penonton yang tampak kebingungan mencari tiket. Dan lazimnya calo, tiket versi mereka dijual dengan harga berkali-kali lipat dari aslinya.Di loket-loket penjualan di areal GBK pun calo tetap lancar beroperasi. Salah satu ciri mereka adalah ikut antri, lalu memborong karcis dalam jumlah sangat banyak. "Saya dua kali nggak dapat tiket, waktu lawan Bahrain dan Arab. Cari tiket VIP juga susah banget. Kata penjaga loket, cepat habis. Tapi baru beberapa langkah ninggalin loket, ada calo mendekat dan nawarin saya. Harganya gila banget," cerita Hendri Satrio, karyawan sebuah perusahaan swasta di daerah Sudirman, yang mengaku sangat kecewa dengan dibiarkannya calo berkeliaran.Sayangnya, tidak ada tindakan dari petugas loket maupun aparat keamanan. Para calo itu tampak leluasa beroperasi memburu dan menjajakan dagangan ilegalnya itu. Ini jelas merugikan suporter Indonesia karena mereka ingin menonton dan memberi dukungan langsung pada tim kebanggaannya, dan oleh karena itu berhak memperoleh tiket sesuai ketentuan -- dan itu dirusak oleh calo. Bagaimana, Panitia?Foto: Beberapa suporter bengong di depan loket tiket yang telah tutup. Calo masih bergentayangan di kawasan Stadion Gelora Bung Karno. (Detiksport/Yanuar) (a2s/key)











































