'Indonesia-Korea Beda Kelas'
Rabu, 18 Jul 2007 21:10 WIB
Jakarta - Ekspektasi tinggi boleh dicanangkan, usaha juga sudah dilakukan. Namun Indonesia tetap tak mampu mengatasi Korea Selatan, yang kelasnya memang berbeda.Diharapkan minimal seri di laga penentuan Grup D, Rabu (18/7/2007), Firman Utina dkk menelan kekalahan 0-1 di hadapan publiknya sendiri di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.Gol Kim Jung-woo di menit 33 yang tak mampu dibalas sampai akhir pertandingan membuat Indonesia gagal mengukir sejarah lolos ke babak perempatfinal Piala Asia untuk pertama kalinya."Banyak pelajaran yang belum bisa kami pelajari. Saya tak bisa menjelaskan itu. Tapi saya yakin di masa depan Indonesia akan menjadi tim yang lebih baik berkat semua kerja keras yang telah kami lakukan," tutur pelatih Ivan Kolev dalam jumpa pers pasca pertandingan."Kami mulai berlatih dua setengah bulan yang lalu, dan itu tidaklah cukup. Mudah-mudahan selanjutnya kami bisa mempertahankan kebaikan ini dan memiliki sebuah tim yang bagus di masa mendatang," sambungnya.Kolev juga menggarisbawahi bahwa Korea memang lawan yang tangguh. Negara yang jadi langganan Piala Dunia sejak 1986 itu harus diakui masih berada di atas Indonesia."Level mereka dan Indonesia berbeda. Korea sedikit di atas. Tapi saya bangga pada pemain-pemain Indonesia terutama di babak kedua, dan tidak kebobolan lagi," tambah pria berusia 50 tahun itu."Indonesia bukan tim seperti Inggris, Jerman, atau Prancis, yang mampu mengubah strategi di setiap pertandingan. Dengan banyaknya pemain yang cedera, inilah tim maksimal yang saya punya."Foto: Ponaryo Astaman (kanan) berjibaku melawan seorang pemain Korea. Indonesia masih kalah kelas dari Taeguk Warriors. (AFP/Bay Ismoyo) (a2s/key)











































