Piala Asia
Markus Horisson, Bukan Sekadar Postur
Kamis, 19 Jul 2007 00:15 WIB
Jakarta - Munculnya nama Markus Horisson di skuad Indonesia mengejutkan pendukung Merah Putih. Tapi kiper plontos itu membayar kepercayaan yang disandarkan padanya dengan sangat baik.Indonesia memang harus menelan kenyataan pahit tersingkir dari Piala Asia 2007 usai dikalahkan Korea Selatan 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (18/7/2007). Namun kalau ada pemain yang boleh ditunjuk menjadi bintang di tengah pilu tersebut, maka Markus layak dinomorsatukan.Saat Kolev memutuskan memainkan kiper PSMS Medan itu, tak mengherankan kalau banyak yang mempertanyakannya. Itu bisa dimaklumi, selain harus menjalani partai krusial yang akan menentukan nasib ke babak selanjutnya, Markus termasuk anak baru di skuad timnas. Piala Asia 2007 ini malah menjadi debutnya di event resmi internasional.Hasilnya? Satu gol memang bersarang di gawang kiper bernomor punggung 23 itu, namun sepanjang 90 pertandingan aksi-aksinya terbukti ampuh menahan gempuran Lee Chun So cs. Ia beberapa kali membuat penyelamatan penting yang menghindarkan gawangnya dari kebobolan lebih banyak.Soal bola tendangan Kim Jung Woo yang merobek jala Indonesia di menit 33, tak membuat performa Markus cacat. Soalnya arah bola memang berbelok setelah membentur salah satu bek Indonesia yang membuatnya mati langkah."Gol itu memang berasal dari bola pantulan, tapi saya tidak bisa menyalahkan teman-teman karena itu," ungkap Markus usai pertandingan.Di luar gol tersebut, acungan jempol layak diberikan buat kiper 26 tahun itu. Upaya Korsel memaksimalkan tinggi badan dengan mengirim umpan lambung mentah oleh aksi-aksinya memotong bola udara, sementara tusukan lewat serangan balik Taeguk Warriors juga pupus karena keberaniannya "bermain-main" di luar kotak penalti."Pelatih memilih saya karena saya lebih tinggi (180 cm, bandingkan dengan Jendri Pitoy yang 177 cm). Itu untuk mengantisipasi bola-bola atas Korea," lanjut kiper yang total baru memiliki tiga caps itu.Saat Indonesia menekan, ia sering terlihat berjalan jauh dari kotak penalti. Itu jelas menimbulkan kekhawatiran publik Gelora Bung Karno, namun di luar kandangnya ia malah beberapa kali mematahkan serangan cepat Korsel. "Keluar dari kotak penalti memang sudah jadi ciri saya di PSMS Medan. Itu kebawa di timnas," lanjut kiper bernama lengkap Markus Horison Ririhina itu. (din/lom)











































