Indonesia Kalah, Antara Frustrasi dan Hepi

Piala Asia 2007

Indonesia Kalah, Antara Frustrasi dan Hepi

- Sepakbola
Kamis, 19 Jul 2007 10:02 WIB
Indonesia Kalah, Antara Frustrasi dan Hepi
Jakarta - Ekpresi atas kekalahan Indonesia bisa bermacam-macam wujudnya. Ada yang bernyanyi-nyanyi mengungkapkan kekecewaan sambil mengibarkan bendera merah putih, ada juga yang tetap hepi walau terus menenteng-nenteng drum ukuran cukup besar.Ditemui di tangga keluar pintu XII usai pertandingan Indonesia-Korea, Rabu (18/7/2007) malam, Jaya Prawira (49), sudah mengungkapkan kekecewaan dengan cara melempar keluhan atas gerbang yang baru dibuka satu pintu belaka. "Keterlaluan, masuk bisa masak keluar harus satu-satu, sudah kalah malah dikerangkeng. Memang salah apa sih kita!" teriaknya sambil bersungut-sungut.Jaya yang mengaku sebagai PNS di daerah Sleman kemudian terduduk di tangga sembari menunggu surutnya arus penonton yang hendak keluar. Nyanyian pun lantas dilantunkannya dengan suara cukup keras yang membuat orang lewat bisa menyunggingkan senyum, walau tak jarang yang mengernyitkan kening melihat tingkah polahnya."Nggak bisa menang. Indonesia mimpi menang, bangun-bangun kalah," nyanyinya sambil menyerukan lagu yang bisa jadi baru saja dikarangnya."Saya prediksi tadi 1-1, Mas," ujar Jaya saat ditanyakan bagaimana perkiraannya semula. "Saya jauh-jauh dari Sleman, dan sudah nonton langsung sejak laga perdana Indonesia. Biasanya sih naik pesawat terbang tapi tadi kehabisan tiket pesawat jadi naik (kereta) Taksaka. Saya juga selalu nonton di VIP. Sudah habis berapa juta saya untuk ini semua," ujar Slemania yang mengaku bekerja di Dinas Pendidikan Nasional daerahnya itu.Jaya yang mengenakan kostum timnas berwarna putih itu mengaku baru bakal pulang besok ke daerahnya. "Saya tadi sampai bolos kerja mas, besok baru pulang bawa oleh-oleh lima kostum timnas buat yang di rumah," imbuh Jaya. Tak lama, Jaya pun kembali mengibarkan bendera merah putih ukuran kecil sambil mengulang nyanyian lantangnya yang lagi-lagi mampu menarik perhatian orang di sekitarnya.Kalau Jaya benar-benar kecewa atas kekalahan yang diderita Indonesia, beda halnya dengan Ao (24). Pria yang tergabung di fans klub Persita Tangerang itu bahkan tidak merasa sia-sia menenteng drum untuk memberikan semangat timnas, walau akhirnya harus kalah."Kalah wajar kok, lawannya Korea. Indonesia main bagus. Kita kalah beruntung saja. Ini semua buat Indonesia," tukasnya sambil menunjuk drum yang setia dibawanya.Nada optimisme bahkan diucapkan Ao. "Empat tahun lagi Indonesia pasti bisa sampai final (Piala Asia) dan insyaallah juara," pungkas dia.Foto: Gaya Ao saat mendukung timnas melawan Korea Selatan di Stadion Gelora Bung Karno. (Detiksport/Kris Fathoni) (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads