Piala Asia
Guyuran Buat Wartawan
Kamis, 19 Jul 2007 10:46 WIB
Jakarta - Gara-gara kalah 0-1 dari Korea Selatan, Indonesia harus tersingkir dari Piala Asia. Walau mendapat apresiasi relatif positif, tetap ada kekecewaan. Alhasil, tribun media pun kena guyuran.Tidak lama setelah peluit akhir dibunyikan wasit Mark Alexander Shield untuk menyudahi partai Indonesia-Korea, Rabu (19/7/2007), pendukung Tim Merah Putih umumnya memberikan penghormatan kepada Ponaryo Astaman cs melalui tepukan tangan.Tetapi ada juga sejumlah fans di tribun atas sebelah Barat --sebelah kanan tribun VIP-- yang bisa jadi karena kecewa atau justru cari gara-gara, mengguyurkan air ke tribun media yang tepat ada di bawahnya. Volumenya memang tidak seberapa, namun para wartawan yang ada di bawahnya tak ayal terkaget-kaget. Masalahnya di tribun tersebut tidak sedikit jurnalis yang menggunakan media laptop untuk bekerja. Apalagi di sana juga diletakkan monitor televisi yang tentu rentan rusak jika terkena air.Guyuran kedua menyusul tidak lama kemudian dengan curah yang lebih kecil. Hal ini membuat beberapa wartawan mencoba menegur penonton yang ada di atasnya. Namun hal itu malah dijawab dengan guyuran ketiga yang lebih deras dari dua sebelumnya. Tentu saja para wartawan pun panik mencoba mengamankan diri dan juga laptopnya.Detiksport yang menempati kursi tribun media JJ-20 pun merasakan sendiri "air pelimbahan" itu. Lumayan lembab, memang. "Air kencing bukan nih?" seru seorang rekan media sambil mencoba mengendus bagian tubuhnya yang terciprat. "Bukan, air biasa," jawab lainnya.Keluar dari stadion, detiksport coba menghampiri salah satu rekan media yang membawa laptop dan letak duduknya tepat di tengah-tengah sasaran guyuran air tadi. Bagaimana kondisi komputer jinjingnya itu?"Nggak kok, nggak parah-parah amat," ceplosnya masih menahan kesal."Itu tadi pasti ulah penonton gratisan. Dasar kurang ajar. Apa maunya sih," ketus wartawan yang tergabung dalam PSSI Pers tersebut.Nah kalau begini, oknum suporter tersebut memang benar-benar datang ke stadion Gelora Bung Karno untuk mendukung timnas Indonesia atau justru cari gara-gara? (krs/a2s)











































