Piala Asia
Indonesia Tersingkir, GBK Sepi
Kamis, 19 Jul 2007 12:31 WIB
Jakarta - Semarak Piala Asia di Jakarta tanpa Indonesia tampaknya takkan sama seperti dalam seminggu terakhir. Pemasukan AFC dari penjualan tiket pun pasti terpengaruh. Jika dibandingkan laga di grup-grup lain, Indonesia bisa mengklaim berhasil menyedot jumlah penonton tuan rumah paling besar. Di Thailand misalnya. Stadion Nasional Rajamangala yang berkapasitas 65 ribu penonton tak jarang hanya terisi setengahnya, meski tim lawan Kiatisuk Senamuang cs adalah sekaliber Australia. Pemandangan serupa terjadi di Malaysia dengan stadion Bukit Jalil-nya. Bahkan sejak pertandingan kedua mereka, stadion sudah lengang, gara-gara fans kecewa berat karena timnya kalah mencolok dari Cina (1-5).Sementara Vietnam hampir bisa menyaingi Indonesia dalam jumlah penonton, walau hanya diambil dari pengamatan visual, saat tim nasional mereka tampil menghadapi lawan-lawannya. Tapi, maksimal pun Stadion My Dinh hanya menampung 40 ribu penonton.Di Jakarta, setiap Ponaryo Astaman cs berlaga, hampir setiap sudut Stadion Utama Gelora Bung Karno disesaki banyak pendukung, baik yang beratribut 'Merah Putih' atau tidak."Kami sangat terkesan dengan atmosfer di stadion ini," ungkap Pim Verbeek, pelatih Korea Selatan seusai pertandingan semalam.Helio Cesar dos Anjos (pelatih Arab Saudi) dan Milan Macala (Bahrain) juga berpendapat serupa di saat yang berbeda. Bahkan Ivan Kolev mengakui bahwa dukungan fans 'Merah Putih' juga menjadi faktor semangat anak asuhnya terus menggelora meski berada dalam kondisi yang sulit.Terkait pemasukan dari penjualan tiket, seberapa menguntungkankah Indonesia buat turnamen ini? "Belum ada data resmi dari AFC, mungkin nanti akan diumumkan langsung oleh pihak AFC atau ketua umum PSSI Nurdin Halid," ungkap Hamka Kadi, Sekretaris LOC Asia di Indonesia sekaligus koordinator tiket saat dihubungi Detiksport, Kamis (19/7/2007). Namun jika disebut bahwa tersingkirnya Indonesia akan mendatangkan kerugian dalam pemasukan tiket, Hamka menolak untuk membenarkan."Tidak ada yang namanya untung rugi. Kami di sini bukan mencari keuntungan, tapi bagaimana bisa menyukseskan penyelenggaraan," tegasnya.Hamka juga belum bisa menyebutkan berapa penerimaan panitia lokal Indonesia dalam pemasukan tiket, termasuk laporan pemasukan dari tiga tuan rumah lainnya. Namun demikian dari tiga laga timnas di Grup D, ia mengungkapkan ada pertandingan yang penjualan tiketnya tidak sold out -- kemungkinan besar waktu melawan Bahrain.Akan tetapi, dengan sedikit berandai-andai, jika Indonesia lolos ke babak perempatfinal, bukannya Korea Selatan atau tim lainnya, bisa jadi SUGBK kembali terisi penuh dan pemasukan tiket akan terus menggembung, meski sistem penyebaran tiket masih belum memuaskan banyak pihak."Saya akan bayar berapapun untuk bisa mendukung timnas Indonesia di Piala Asia 2007 ini," ujar Indri, gibol asal Cikarang Bekasi, yang khusus meliburkan diri dari kuliahnya di UGM Yogyakarta hanya untuk menyaksikan Ponaryo cs menghadapi Korsel kemarin.Bisa jadi pernyataan tersebut mewakili pendapat banyak pecinta bola tanah air. Toh permainan Bambang Pamungkas cs sudah tidak memalukan lagi, bahkan sangat membanggakan. (ian/a2s)











































