Kisah Vieira dan 'Singa Mesopotamia'

Final Piala Asia

Kisah Vieira dan 'Singa Mesopotamia'

- Sepakbola
Kamis, 26 Jul 2007 10:50 WIB
Kisah Vieira dan Singa Mesopotamia
Jakarta - Keberhasilan Irak melaju ke partai puncak Piala Asia bak sebuah mata air di tengah gurun buat penduduk 'Negeri 1001 Malam' yang belakangan dicabik perang. Bagaimana 'dongeng' ini akan berakhir?Mungkin tidak banyak --bahkan mungkin nihil-- yang memprediksi Irak bisa melaju sampai final. Catatan penampilan Irak yang hanya jadi perempatfinalis di tiga keikutsertaan terakhir pun turut mengukuhkan prediksi semula. Namun faktanya bicara lain. Tak hanya mampu bersanding dengan salah satu favorit juara Arab Saudi di partai puncak, perjalanan Irak pun cukup mengesankan. Lihat bagaimana Australia yang digadang-gadang bakal mulai merajai Asia mampu dibekuk 3-1 di babak grup. Yang paling anyar adalah saat tim berjuluk 'Singa Mesopotamia' itu menyingkirkan tim tangguh lain, Korea Selatan, di semifinal. Dengan gigih dan ulet, Younis Mahmoud cs tak hanya mampu menahan serangan, tapi juga kerap menebar ancaman di depan gawang lawan. Sejarah pun akhirnya mencatat lolosnya Irak untuk kali pertama ke final Piala Asia, melalui drama adu penalti.Kesuksesan ini tentu jadi penawar getir buat sekitar 26 juta penduduk Irak yang belakangan hidup dalam kekhawatiran akibat perang dan maraknya aksi kekerasan. Pelatih Jorvan Vieira pun paham kalau aksi pemainnya yang melebihi segala ekspektasi itu bakal jadi pengobat luka penduduk di negara berjuluk 'Negeri 1001 Malam' itu. "Sejak semula saya sudah membebankan kepada pemain untuk menampilkan yang terbaik buat negara dan memberikan kebahagiaan buat penduduk negaranya usai pertandingan," ujar Vieira suatu ketika.Kini, tinggal satu pertandingan lagi yang menghadang Irak untuk meraih hasil terbaik. Selain titel juara, Mahmoud yang jadi ujung tombak Irak pun berpeluang jadi topskor turnamen. Tentu dengan catatan dia mampu menambah pundi golnya yang berjumlah tiga, sekaligus melebihi empat gol Yasser Al Qahtani buat Arab Saudi.Jadi bagaimana kisah Vieira dan para 'Singa Mesopotamia' ini akan berakhir? Jawabannya ada di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/7/2007) mendatang.Foto: Gaya Younis Mahmoud (kanan) merayakan gol (AFP/Saeed Khan). (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads