Piala Asia
Arab Masih yang Terbaik di Asia
Kamis, 26 Jul 2007 13:24 WIB
Jakarta - Dibanding Jepang dan Korea Selatan, tim sepakbola Arab Saudi tidak familiar buat fans Asia sendiri. Tapi dalam hal prestasi, "Elang Hijau" adalah yang terbaik di kawasan benua ras kuning.Saat ini orang seperti lebih antusias pada Jepang dan Korsel karena makin sering meloloskan pemainnya ke klub-klub Eropa. Sukses mereka menggelar Piala Dunia 2002 makin memuluskan jalan mereka ke sana.Arab Saudi sesungguhnya lebih dulu hebat ketimbang Jepang. Jika frekuensi partisipasi di putaran final Piala Dunia adalah indikasi paling sahih, maka Green Falcon menang.Arab sudah lolos empat kali -- kalah tiga dari Korsel -- dan tak pernah putus sejak AS 1994. Adapun Jepang baru tiga kali, itupun termasuk jatah otomatis sebagai tuan rumah lima tahun lalu.Namun performa Arab di Piala Dunia tak pernah impresif kecuali saat menembus babak 16 besar di tahun 1994, sebelum disingkirkan semifinalis Swedia. Setelah itu, berturut-turut mereka kandas di babak grup. Statistik mereka di tiga Piala Dunia terakhir amatlah buruk. Selalu jadi juru kunci grup, dari sembilan pertandingan mereka hanya seri dua kali dan kalah tujuh kali, dengan jumlah gol memasukkan empat dan kemasukan 28.Tapi di Asia, Arab bahkan lebih hebat ketimbang Korsel. Perbandingannya, Korsel baru juara dua kali dari lima kali masuk final. Terakhir kali "Ksatria Taeguk" tampil di partai puncak pun sudah lama, yakni pada tahun 1988.Jepang juga demikian. Juara tiga kali dalam empat penyelenggaraan terakhir, mereka bahkan tak pernah masuk final sebelum merengkuh titel pertamanya di tahun 1992. Tapi Arab, dengan tahun ini berarti mereka telah masuk final sebanyak enam kali. Jika mampu mengalahkan Irak pada duel pamungkas di Jakarta hari Minggu (29/7/2007) nanti, maka jumlah koleksi tropi Asia mereka bertambah menjadi empat."Satu hal yang saya dengar sepanjang turnamen ini adalah kami dianggap beruntung," kata pelatih Helio Dos Anjos, usai timnya menundukkan Jepang lewat pertarungan seru di Hanoi semalam."Beruntung boleh terjadi di satu pertandingan, tapi tidak di setiap pertandingan. Dan malam ini kami menjawab mereka yang mengatakan kami selalu beruntung," sambung pelatih asal Brasil itu. Bagaimana di partai final nanti? (a2s/krs)











































