Jelang Piala Super Eropa
Milan Mau Lima, Sevilla Ingin Dua
Selasa, 28 Agu 2007 11:31 WIB
Jakarta - Pertarungan memperebutkan Piala Super Eropa kembali digelar. Juara Liga Champions AC Milan akan menantang juara Piala UEFA Sevilla yang berniat mempertahankan gelar.Milan akan datang ke Stade Louis II Monaco, Kamis (31/8/2007) waktu setempat, sebagai klub yang paling banyak menggondol Piala Super Eropa. Dari enam kali tampil di final, empat di antaranya berujung dengan kemenangan. Ini adalah raihan yang belum bisa disamai klub manapun --Liverpool pesaing dekat dengan tiga piala. Kali terakhir Il Rossoneri menjadi juara adalah pada tahun 2003, usai menundukkan FC Porto melalui gol tunggal Andriy Shevchenko.Lawan Milan, Sevilla, bakal datang dengan status juara bertahan. Tahun lalu Rojiblancos sukses jadi jawara usai menundukkan Barcelona 3-0 -- sebuah selisih kemenangan terbesar semenjak final Piala Super Eropa hanya dilangsungkan dengan format satu pertandingan mulai 1998. Pada final tahun ini Sevilla pun siap mempertahankan tropi juara sekaligus mengulangi torehan sukses pada debutnya di Piala Super Eropa tahun lalu.Di pentas Eropa, Milan relatif kerap kesulitan saat menghadapi klub wakil Spanyol. Dari 38 kali pertemuan, Milan hanya bisa meraih 15 kemenangan, tujuh seri dan 16 kali kalah. Paolo Maldini cs bahkan tidak pernah bisa memenangkan tiga pertemuan terakhirnya melawan wakil dari Spanyol. Pada Liga Champions musim 2005/06, mereka kalah 1-0 dan imbang 0-0 di babak semifinal menghadapi Barcelona. Satu kekalahan lagi dialami Milan satu musim sebelumnya, ketika ditekuk 1-2 oleh lawan yang sama.Meski begitu, lawan asal Spanyol di final Piala Super Eropa justru menghadirkan kenangan manis buat Milan. Hal itu disebabkan karena tropi pertama mereka pada tahun 1989 justru diraih atas kemenangan dari wakil Spanyol, Barcelona.Beda dengan Milan yang sudah cukup banyak pengalaman menghadapi klub La Liga, Sevilla baru sekali bertemu dengan wakil Seri A dalam sebuah kompetisi antarklub UEFA. Lawannya adalah Parma di babak 16 besar Piala UEFA musim 2004/05. Ketika itu Parma jadi pemenang dengan agregat gol 1-0.Namun kurangnya pengalaman tim besutan Juande Ramos itu bisa dikompensasikan dengan pengetahuan, berbekal dua pemainnya yang kelahiran negeri Spagetti. Mantan gelandang Juventus Enzo Maresca dan Morgan De Sanctis yang diboyong dari Udinese cukup paham seluk beluk gaya sepakbola klub Seri A. Sebaliknya Carlo Ancelotti malah tidak punya satupun pemain Spanyol dalam skuad Il Diavolo, meski gelandang tengah Clarence Seedorf pernah tercatat jadi pemain Real Madrid.Jadi, akankah Milan mampu kembali menambah capaian tropinya menjadi lima atau justru Sevilla yang bakal membukukan piala keduanya? (krs/a2s)











































