Nasib Miris Sang Finalis

Nasib Miris Sang Finalis

- Sepakbola
Selasa, 11 Sep 2007 10:23 WIB
Nasib Miris Sang Finalis
Lisbon - Berstatus finalis dan tim yang paling diunggulkan, Portugal sementara tercecer posisi tiga Grup A. Nasib mereka bisa makin miris kalau gagal menang atas Serbia.Melihat pesaingnya di Grup A, langkah Portugal untuk megamankan tiket ke Euro 2008 semula di prediksi tak akan sulit dengan Serbia yang akan menjadi pesaing utama. Namun setelah melewati sembilan laga, yang terjadi justru di luar dugaan. Polandia berada di puncak klasemen dengan 20 poin diikuti Finlandia (18), baru kemudian Portugal (16) dan Serbia (15) di posisi empat.Yang paling tidak nyaman dengan komposisi ini jelas Portugal, sang finalis edisi sebelumnya. Dengan lima laga tersisa (termasuk menjamu Serbia) peluang pasukan Luiz Felipe Scolari memang masih terbuka lebar, tapi kalau tidak memetik tiga poin saat menjamu Serbia Kamis (13/9/2007) perjuangan Jorge Andrande cs bisa makin berat.Dua laga tandang yang harus dihadapi Portugal pasca pertandingan dengan Serbia memang tergolong mudah karena cuma menghadapi Azerbaijan dan Kazakhstan. Tapi Portugal seharusnya juga ingat kalau mereka punya rekor buruk di luar kandang dengan cuma meraih satu kemenangan, dua hasil imbang dan sekali kalah.Sementara dua laga kandang juga tak bisa dibilang mudah. Armenia mungkin bisa ditundukkan, namun Finlandia yang kini duduk di posisi dua bisa menjadi ancaman besar buat Portugal seperti yang terjadi akhir pekan lalu saat Polandia mampu memaksakan hasil imbang 2-2.Makin memberatkan perjuangan Portugal nanti adalah cedera bek Marco Caneira dan striker Helder Postiga. Scolari bisa saja cuma akan membawa 20 pemain dalam laga tersebut, namun jika dianggap perlu kemungkinan pelatih Brasil itu akan merekrut pemain lain.Sementara kekuatan kubu Serbia justru makin solid menyusul kembalinya dua bek tengah Nemanja Vidic dan Mladen Krstajic. Keduanya absen saat Serbia ditahan Finlandia tanpa gol akhir pekan lalu.Padahal setelah cuma bermain imbang kala bertandang ke Armenia, Agustus lalu, Scolari mencanangkan target enam poin dari Polandia dan Serbia. Setelah dua angka melayang, tiga angka atas Dejan Stankovic cs jadi harga yang tak mungkin ditawar lagi."Tentu saja hasil imbang membuat klasemen menjadi rumit, sayalah yang pertama mengakuinya. Sekarang toleransi kesalahan kami (harus) lebih kecil," ungkap Scolari. (din/lom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads