Parc des Princes dan McFadden Buat Prancis Membiru

Parc des Princes dan McFadden Buat Prancis Membiru

- Sepakbola
Kamis, 13 Sep 2007 11:38 WIB
Parc des Princes dan McFadden Buat Prancis Membiru
Paris - Kekalahan getir dialami Prancis dari Skotlandia di babak kualifikasi Euro 2008 oleh kans lawan yang sedikit, oleh gol brilian James McFadden. Di Parc des Princes Les Bleus membiru.Disaksikan oleh mayoritas pendukungnya sendiri, Kamis (13/9/2007) dinihari WIB, Prancis yang sedang memimpin klasemen sementara Grup B, bermain lebih menarik secara teknis dan memiliki peluang lebih banyak dibanding Skotlandia.Tapi Tartan Army hanya memerlukan satu serangan, dan serangan itu dituntaskan oleh seorang McFadden. Di menit 64 penyerang Everton itu mengambil keuntungan dari buruknya halauan dari pertahanan Prancis dan dari jarak 25 meter ia menghujamkan bola roketnya tanpa bisa dihentikan oleh Mikael Landreau.Itulah kemenangan kedua Skotlandia atas Prancis setelah unggul 1-0 di Hampden Park bulan Oktober lalu, atau kemenangan pertama mereka di tanah Prancis sejak 57 tahun silam."Sebelum pertandingan tak ada yang mendoakan kami. Inilah hasil terbaik Skotlandia di era moderen, juga salah satu gol terhebat dalam sejarah sepakbola Skotlandia," cetus manajer tim pemenang, Alex McLeish. Arsitek Prancis Raymond Domenech hanya bisa mengeluhkan ketidakadilan dalam sepakbola: punya peluang lebih banyak tapi tidak mencetak gol, sedangkan tim lawan sebaliknya.Stadion pertandingan juga mungkin salah satu ketidakberuntungan Les Bleus. Sebelumnya Domenech tidak senang kalau duel tersebut digelar di tempat yang sama dengan pertandingan kejuaraan piala dunia rugby, karena lapangan akan rusak.Hasilnya? Hari Jumat lalu tim rugby Prancis kalah dari Argentina di Parc des Prince, lalu dinihari tadi Patrick Vieira dkk menyerah di tangan Skotlandia di stadion yang sama.Maka terekam lagi kenangan buruk di tempat itu. Di tahun 1993 Eric Cantona marah pada David Ginola, pelatih Gerrard Houllier langsung mengundurkan diri, dan semua orang Prancis berduka.Saat melakoni duel hidup-mati melawan Bulgaria, Ginola dijadikan kambing hitam. Gara-gara tidak segera mengoper bola kepada Cantona, Bulgaria mendapat kesempatan menyerang, yang dari sana tercipta gol "kiamat" untuk Prancis. Mereka kalah 1-2 dan tidak tampil di Piala Dunia 1994. (a2s/lom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads