sepakbola

Eks Presiden FIFA: Gianni Infantino Seperti Diktator

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video Infografis

Eks Presiden FIFA: Gianni Infantino Seperti Diktator


Afif Farhan - detikSepakbola

Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Joseph Blatter memberi kritik keras ke Presiden FIFA Gianni Infantino. Blatter bilang, Infanito memimpin seperti seorang diktator.

Joseph Blatter memimpin FIFA jadi presidennya sejak tahun 1998 sampai 2015, alias selama 17 tahun. Sementara Gianni Infantino, sudah memimpin 10 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joseph Blatter mengaku, Gianni Infantino bak seorang diktator. Blatter mendapat informasi itu dari orang-orang dalam.

"Infantino memimpin seperti 'raja'. Dia mengeksklusifkan dirinya, tidak ada yang boleh setara dengannya bahkan tidak ada yang boleh satu lift bareng di kantornya," paparnya dilansir dari Tribuna.

ADVERTISEMENT

Blatter menilai, FIFA tampak mudah menunjuk para tuan rumah Piala Dunia. Qatar misalnya pada 2022, ajang Piala Dunia di sana digeser ke musim dingin dan sempat menggangu jadwal kompetisi liga.

Sementara Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada juga dirasa dipaksakan. Apalagi, Infantino punya kedekatan dengan Donald Trump.

"FIFA saat ini cuma seorang Infantino. Dewan FIFA yang beranggotakan hampir 40 orang tidak memutuskan apa pun, FIFA adalah kediktatoran!" tegasnya.

ZURICH, SWITZERLAND - DECEMBER 21: FIFA president Joseph S. Blatter leaves a press conference at FIFA's former headquarters at Sonnenberg on December 21, 2015 in Zurich, Switzerland. (Photo by Philipp Schmidli/Getty Images)Joseph Blatter (Foto: Philipp Schmidli/Getty)

Blatter pun masih menghadapi berbagai skandal kasus dari pencucian uang, korupsi, sampai suap yang membuatnya harus mundur dari jabatannya sebagai presiden FIFA di 2015 lalu. Blatter bersikukuh, dirinya tidak bersalah.

"Saya tidak pernah dihukum secara pidana, tetapi FIFA terus mengejar saya di tingkat hukum ketenagakerjaan. Perjuangan saya berlanjut, hampir di usia 90 tahun," tutupnya.


(aff/krs)











Hide Ads