Perang AS-Israel dan Iran, Jelang 100 Hari Piala Dunia 2026

Perang AS-Israel dan Iran, Jelang 100 Hari Piala Dunia 2026

Salamah Harahap - Sepakbola
Rabu, 04 Mar 2026 22:20 WIB
WASHINGTON, DC - DECEMBER 04: A detailed view of the FIFA World Cup Trophy during the VIP Welcome Reception ahead of the FIFA World Cup 2026 Official Draw at John F. Kennedy Center for the Performing Arts on December 04, 2025 in Washington, DC.  (Pho
Foto: FIFA via Getty Images/Emilee Chinn - FIFA
Jakarta -

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran masih berkobar hingga saat ini. Hal ini memicu kekhawatiran bagi penggemar Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 kini hanya menghitung 100 hari sebelum kick-off pertama. Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan di tiga negara dan 16 kota selama 39 hari. Ajang ini bakal menjadi panggung utama bagi para pemain terbaik dunia untuk mencetak sejarah gemilang.

Namun, situasi di Timur Tengah belakangan ini terus menambah kecemasan, khususnya bagi penggemar Piala Dunia. Masalah keamanan terus menyita perhatian sejak 28 Februari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai peserta Piala Dunia 2026, Iran dikabarkan bersiap mundur dari turnamen. Melansir dari Marca, Iran disebut tidak bisa merencanakan pertandingan usai serangan AS-Israel ini. Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, dikabarkan akan membahasnya dengan petinggi sepakbola negaranya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, harga tiket, penerbangan, dan hotel yang melambung tinggi juga memicu kekhawatiran penggemar.

Melansir dari The Sun, harga hotel di kota-kota penyelenggara telah meroket, begitupun dengan harga tiket pesawat. Sementara itu, biaya tiket Piala Dunia 2026 juga mengundang kontroversi.

Tiket final dibanderol mulai 2.000 USD atau setara Rp 33,7 juta, sementara kursi premium mencapai 8.680 USD (setara Rp 146,5 juta). Di situs penjualan ulang FIFA, harga bahkan hampir menyentuh 143.750 USD (sekitar Rp 2,4 miliar).

Harga ini bisa naik lebih tinggi mengingat FIFA masih menahan sejumlah tiket hingga seluruh peserta bisa dipastikan. Minimnya regulasi pasar sekunder juga membuat para penggemar khawatir harga tiket semakin tidak terkendali.

Adapun AS-Israel telah mengumumkan operasi militer ke Iran sejak Sabtu, (28/2/2026). Hal ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan alasan mendesak perubahan pemerintahan yang kini dipimpin oleh Ayatollah Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah, hingga menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah.

Menurut laporan terbaru, Presiden AS Donald Trump mengatakan perang masih berlanjut hingga empat sampai lima pekan. Sementara Perdana Menteri Israel menyebut perang dengan Iran membutuhkan waktu.

(aff/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads