Lionel Messi Kok Mau Ketemu Donald Trump?

Lionel Messi Kok Mau Ketemu Donald Trump?

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 07 Mar 2026 16:00 WIB
WASHINGTON, DC - MARCH 05: U.S. President Donald Trump receives gifts as Lionel Messi (L) and fellow members of Inter Miami look on during an event celebrating the 2025 MLS Cup Champions Inter Miami CF in the East Room of the White House on March 05,
Foto: Win McNamee/Getty Images
Washington -

Lionel Messi akhirnya bertemu Donald Trump, usai Inter Miami diundang ke Gedung Putih. Kenapa penyerang Argentina itu mau bertemu politisi?

Inter Miami diundang ke Gedung Putih usai juara MLS musim lalu. Lionel Messi dkk datang pada Jumat (6/3) WIB dan bertemu dengan Trump secara langsung.

Pertemuan itu membuat Messi disorot. Sebab, eks Barcelona dan Paris Saint-Germain itu kerap kali 'menghindari' agenda semacam itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misal pada 2022, usai membawa Argentina juara, Messi menolak datang ke rumah presiden saat itu, Alberto Fernandez. Sementara Presiden Argentina saat ini, Javier Milei, juga belum bisa mengajak La Pulga untuk bertemu.

Tahun lalu, Lionel Messi juga sempat diundang ke Gedung Putih saat Presiden Joe Biden masih berkuasa. Pemilik 8 Ballon d'Or itu juga tak datang dengan alasan jadwalnya bentrok..

ADVERTISEMENT

Lantas kenapa kini Messi akhirnya bisa dan sempat untuk bertemu Donald Trump? Kirk Bowman, Profesor Sam Nunn School of International Affairs Universitas Georgia Tech yang meneliti sepakbola dan politik di Amerika Latin mengungkap, dirinya tak heran kenapa Messi mau bertemu Trump di Gedung Putih.

"Dia sangat berorientasi jangka panjang dalam kariernya, baik sebagai pemain maupun sebagai seseorang yang membangun kekayaan jangka panjang melalui tim yang kuat," kata Bowman, melansir NDTV.

"Dia juga sangat terintegrasi dalam komunitas Miami, yang jauh lebih konservatif sebagai komunitas sepakbola dibandingkan bagian lain Amerika Serikat," tambah Bowman.

Menurut Bowman, pertemuan dengan Trump juga bukan sinyal Messi bakal terjun ke politik. Menurutnya, Messi masih bisa menjaga citranya, seperti ketika dikontrak Arab Saudi sebagai duta pariwisatanya, meski negara tersebut banyak tersandung masalah HAM.

"Saya tidak berpikir dia benar-benar nyaman dengan politik, tetapi dia tidak keberatan digunakan dalam politik selama manfaat bersihnya positif," katanya.

"Saya pikir Messi dilihat dengan cara yang sama. Dia akan ikut serta dalam hal-hal tersebut selama tidak menodai merek Messi," ungkapnya.




(yna/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads