Jose Mourinho meradang di derby O Classico antara Benfica vs FC Porto. The Special One marah karena disebut pengkhianat.
Benfica vs Porto tersaji di Eztadio da Luz dalam lanjutan Liga Portugal, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Pertandingan tuntas 2-2.
Porto memimpin 2-0 di babak pertama lewat gol Victor Froholdt di menit ke-10 dan Oskar Pietuszewski di menit ke-40. Banfica menyamakan skor menjadi 2-2 di babak kedua melalui Andreas Schjelderup di menit ke-69 dan Leandro Barreiro di menit ke-88.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mourinho, selaku pelatih Benfica, diganjar kartu merah selepas gol penyeimbang. Wasit keempat menyatakan bahwa Mourinho menendang botol ke bench Porto.
Sebelum meninggalkan bench, Mourinho bersitegang dengan Lucho Gonzalez selaku staf kepelatihan di Porto. Mourinho memperlihatkan gesture tangan yang menandakan bahwa Lucho terlalu banyak bicara.
JOSE MOURINHO RED CARD 🟥
— Epic Red Cards 🟥 (@epicredcards) March 8, 2026
Benfica - Porto 2:2 pic.twitter.com/ycOosIjRNv
"Dia memanggil saya pengkhianat 50 kali. Saya ingin dia menjelaskan kepada saya, pengkhianat terhadap apa? Saya pergi ke FC Porto, saya memberikan jiwa saya untuk FC Porto, saya pergi ke Chelsea, ke Inter, ke Real Madrid, saya berkeliling dunia dan memberikan 24 jam hidup saya setiap hari," kata Mourinho yang dikutip dari Goal.
"Itu adalah profesionalisme. Ketika dia pergi ke Marseille, apakah dia pengkhianat? Pengkhianat terhadap apa? Dia bisa saja menghina saya dengan cara yang lebih bisa saya terima, tapi saya pikir itu adalah serangan terhadap profesionalisme saya, yang sangat saya hargai," tegasnya.
Mourinho adalah sosok pelatih yang berjasa dalam sejarah Porto. Dia pernah mempersembahkan treble winner, yang salah satunya gelar Liga Champions.
(ran/raw)











































