Kolom
Oxymoron Sepakbola Inggris
Jumat, 19 Okt 2007 09:05 WIB
London - Per definisi kata Oxymoron menurut kamus Oxford berarti paduan dua kata yang saling berlawanan yang membentuk satu pengertian baru. Beberapa contoh: gemuruh kesunyian, keteraturan acak, amarah terkendali.Kata oxymoron jarang muncul dalam percakapan sehari-hari. Penggunaannya lebih sering terasosiasikan dengan dunia sastra ataupun dalam percakapan akademis.Hanya saja penggemar sepakbola Inggris sepertinya selalu saja terbentur-bentur dengan kata ini setiap kali melihat penampilan tim nasionalnya.Terkenal mempunyai semangat pantang menyerah dan mampu bertarung habis-habisan, tetapi selalu berantakan bila berada di bawah tekanan. Oxymoron.Inilah yang dieksploitir oleh pelatih Rusia, Guus Hidink, saat Inggris bertemu Rusia dalam laga kualifikasi Euro 2008 dua hari lalu. Seperti orang Belanda, pada umumnya Hiddink fasih bercas-cis-cus dalam bahasa Inggris. Ia juga seorang pemikir sepakbola. Ia paham akan psyche -- mentalitas tim nasional Inggris. Ia paham akan arti oxymoron terkait dengan skuad Three Lions.Cobalah simak apa kata Hiddink kepada tim Rusia di jeda paruh waktu pertandingan Inggris lawan Rusia: "Cetak satu gol, gol kedua akan datang dengan sendirinya. Semangat tak kenal menyerah Inggris hancur berantakan bila berada di bawah tekanan." Sungguh kesimpulan jenial dan terbukti benar.Bukankah semangat tak kenal menyerah semestinya terkait dengan kevakuman situasi. Artinya, apapun situasi yang dihadapi Inggris, tidak akan mempengaruhi konsentrasi ataupun usaha pemain Inggris di lapangan. Kalau itu halnya, lalu bagaimana mungkin semangat itu hancur berantakan ketika situasi mereka tertekan. Sebuah oxymoron bukan?Hiddink tidak asal omong ketika mengatakan hal ini kepada pemain Rusia. Ia mempelajari perilaku Inggris di Piala Dunia yang lalu ketika tersingkir dari Portugal di babak perempat final, yang juga mendepaknya di Piala Eropa 2004. Di Piala Dunia 2002 Inggris tunduk di tangan Brasil yang bermain dengan 10 pemain.Catatan serupa terjadi di hampir semua turnamen besar yang diikuti Inggris sejak 1970-an hingga sekarang. Hampir di semua momen Inggris bermain kesetanan tapi hasil akhirnya sama saja : setiap kali berada di bawah tekanan Inggris selalu tersingkir. Tak kenal menyerah tetapi hancur berantakan di bawah tekanan. Sekali lagi sebuah oxymoron.Kekalahan dari Rusia belum sepenuhnya memupus harapan Inggris untuk lolos ke Piala Eropa 2008, tapi nasib mereka kini di bawah keberuntungan Rusia. Kalau Rusia bisa memenangi dua pertandingan sisanya melawan Israel dan Andora, apapun hasil pertandingan Inggris melawan Kroasia, Inggris pasti tersingkir -- dengan catatan Kroasia berhasil menundukkan Macedonia empat hari sebelumnya.Kalau saja Inggris bisa menghapus kata oxymoron dari perbendaharaan kata mereka, betapa leganya, pastilah sudah mereka lakukan. (lza/a2s)











































