Sepakbola Italia Terpuruk, Como Ikut Terseret

Sepakbola Italia Terpuruk, Como Ikut Terseret

Lucas Aditya - Sepakbola
Kamis, 02 Apr 2026 15:20 WIB
COMO, ITALY - MARCH 22: Assane Diao of Como 1907  celebrates with his team-mate Nico Paz after scoring their teams first goal  during the Serie A match between Como 1907 and Pisa SC at Giuseppe Sinigaglia Stadium on March 22, 2026 in Como, Italy. (P
Sepakbola Italia di terpuruk, Como terseret. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

Timnas Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia. Sepakbola Negeri Menara Pisa tengah terpuruk, dan klub Como pun ikut terseret dalam pusaran kritik.

Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Bosnia & Herzegovina. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada tengah pekan lalu, laga Bosnia vs Italia berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.

Pada saat adu penalti, hanya satu eksekutor Italia yang berhasil menjaringkan bola, yakni Sandro Tonali. Sementara itu, empat eksekutor awal Bosnia sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Liga Italia kini tengah menjadi sorotan tajam. Saat ini, tidak banyak pemain muda dari akademi klub lokal yang muncul. Oleh karena itu, pilihan bagi pelatih Italia, Gennaro Gattuso, pun menjadi kian terbatas.

Como merupakan salah satu klub dengan jumlah pemain Italia paling minim di Serie A. Di dalam skuad saat ini, tercatat hanya ada nama Edoardo Goldaniga dan Mauro Vigorito.

ADVERTISEMENT

Salah satu pesohor di Italia, Aldo Zilli, turut mengomentari fenomena tersebut. Ia sendiri memiliki putra yang pernah menimba ilmu di akademi Como.

"Serie A memiliki sangat sedikit pemain Italia; kita punya banyak pemain muda berbakat yang sedang berkembang dan tim U-21 mungkin lebih baik daripada tim utama, tetapi kita harus menunggu beberapa tahun lagi untuk mereka," kata Zilli sebagaimana dilansir oleh TalkSport.

"Tim seperti Como tidak memiliki satu pun pemain Italia di dalamnya dan telah dikritik habis-habisan."

"Banyak tim di Italia tidak memberdayakan akademi mereka dan tidak memproduksi pemain; anak saya pernah di Como, jadi saya tahu apa yang terjadi di balik layar."

"Sampai hal itu berubah, sepak bola tidak akan membaik. Bahkan jika kita lolos ke Piala Dunia pun, kita pasti sudah pulang lebih awal dengan pesawat pertama," pungkas pria yang juga merupakan seorang chef selebriti tersebut.

(cas/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads