Piala Dunia 2026: Kombinasi Yahud Isak-Gyokeres

Piala Dunia 2026: Kombinasi Yahud Isak-Gyokeres

Randy Prasatya - Sepakbola
Senin, 15 Jun 2026 15:00 WIB
MONTERREY, MEXICO - JUNE 14: Viktor Gyokeres #17 and Alexander Isak #9 of Sweden are seen before the FIFA World Cup 2026 Group F match between Sweden and Tunisia at Monterrey Stadium on June 14, 2026 in Monterrey, Mexico. (Photo by Ryan Pierse - FIFA
Viktor Gyokeres dan Alexander Isak. (Foto: FIFA via Getty Images/Ryan Pierse - FIFA)
Monterrey -

Alexander Isak dan Viktor Gyokeres tampil apik di lini depan Swedia.Kombinasi keduanya menghasilkan kemenangan 5-1 atas Swedia.

Swedia vs Tunisia berlangsung di Estadio BBVA, Guadalupe, dalam matchday pertama Grup F Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) pagi WIB. Pasukan Graham Potter menang 5-1.

Swedia membuka keunggulan 1-0 di menit ketujuh lewat Yasin Ayari. Gol ini berawal upaya Isak menyambut umpan lambung di kotak penalti dan bola ditinju kiper Mouhib Chamakh, namun jatuh ke kaki Gyokeres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gyokeres kemudian melepas tembakan dan bola diblok bek lawan. Ayari menyambar bola rebound dengan tembakan keras dari luar kotak penalti di saat kiper belum kembali ke garis gawang.

ADVERTISEMENT

Swedia memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-30. Gyokeres menahan bola di tengah lapangan, sambil memutar badannya melepaskan umpan ke Alexander Isak. Striker Liverpool itu kemudian sprint dan menuntaskannya menjadi gol.

Giliran Gyokeres mencetak gol di menit ke-59 untuk membawa Swedia memimpin 3-1 setelah Tunisia mencetak gol lewat Karim Rekik. Isak berhasil merebut bola dari penguasaan bek lawan dan menyodorkan umpan ke Gyokeres untuk dituntaskan menjadi gol.

Mattias Svanberg kemudian mencetak gol di menit ke-84. Dia menyambar umpan back heel dari Isak untuk mengubah skor menjadi 4-1.

Swedia menambah gol di injury time. Brace Ayari di injury time dari luar kotak penalti membuat skor akhir menjadi 5-1.

Isak dan Gyokeres dalam laga ini benar-benar menyusahkan pertahanan Tunisia. Keduanya kerap berada saling berdekatan dan jika salah satunya bergerak melebar, yang lainnya berada di tengah pertahanan Tunisia.

"Secara individu, tentu saja mereka adalah pemain top, tetapi saya pikir bersama-sama mereka bisa menjadi ancaman nyata," kata pelatih Swedia, Graham Potter, selepas laga.

"Saya rasa mereka akan semakin baik seiring berjalannya waktu; mereka saling melengkapi dengan sangat baik. Saya sangat senang dengan para pemain," tegasnya, yang dikutip dari Reuters.

(ran/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads