Rusia membutuhkan itu setelah dikalahkan Israel 1-2 di Tel Aviv, Minggu (18/11/2007) dinihari WIB, yang menjadikan peluang untuk lolos ke putaran final Euro 2008 menipis dan berpindah kepada Inggris.
Pelatih Guus Hiddink menyadari Krosia tak punya beban apapun karena sudah memegang tiket ke Austria-Swiss. Tapi ia tetap berharap Robert Kovac dkk tetap tampil serius saat menghadapi Inggris di laga pamungkas di Wembley hari Rabu mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harap mereka menang," cetus Hiddink yang selama ini dikenal sebagai "Raja Midas" karena setiap tim nasional yang ia tangani umumnya bisa tampil ke putaran final turnamen besar, seperti Belanda, Korea-Selatan, dan Australia.
Secara implisit ia berharap Kroasia tetap memperlihatkan karakter terbaiknya saat menghadapi Inggris, seperti halnya Israel.
"Jika Anda lihat Israel malam ini, berjuang, berjuang, berjuang. Itu merupakan sebuah kehormatan untuk olahraga Anda. Saya berharap mereka juga menunjukkan komitmen dan kualitas mereka. Jika Anda berani bermain seperti itu di Wembley, maka Anda bisa menang."
Sementara itu pelatih Israel Dror Kashtan tidak mau disebut penyelamat Inggris karena ia dan timnya tidak punya hubungan apapun dengan pasukan Steve McClaren.
"Kalau orang ingin bilang 'well done', kami menerima itu. Tapi kami tak pernah memedulikan apa yang mungkin Inggris butuhkan atau yang Rusia mau. Kami hanya ingin menunjukkan sepakbola positif dan kami berhasil," tukasnya.
(a2s/krs)











































