Pemain Irak Minta Suaka di Australia

Pemain Irak Minta Suaka di Australia

- Sepakbola
Selasa, 20 Nov 2007 03:15 WIB
Pemain Irak Minta Suaka di Australia
Baghdad - Tiga pemain tim nasional sepakbola Irak plus seorang asisten pelatih yang hilang ternyata memang enggan kembali ke negaranya. Mereka juga sudah mengajukan permintaan untuk mendapat suaka politik di Australia.

Seperti dikabarkan sebelumnya, rombongan timnas Irak pulang ke negaranya tanpa disertai beberapa orang usai menjalani laga kualifikasi Olimpiade 2008 di Australia, Sabtu (17/11/2007) lalu.

Kini dapat dipastikan kalau asisten pelatih Saadi Toma serta tiga pemain Irak, yakni Ali Mansour, Ali Khidhayyir dan Ali Abbas, memang memilih tetap berada di "Negeri Kanguru" dan sudah mengaplikasikan permintaan suaka. Hal itu diketahui setelah Toma memberi kabar via telepon kepada Asosiasi Sepakbola Irak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dikarenakan memburuknya situasi keamanan dan adanya kekerasan terhadap atlet di Irak. Kami semua menghadapi ancaman yang sama, namun itu bukan berarti boleh meninggalkan timnya dan mencoreng reputasi negara sendiri," sesal Tariq Ahmed yang mewakili Asosiasi Sepakbola Irak, diberitakan Goal, Selasa (20/11/2007).Β Menurut Ahmed, tindakan keempat orang rekannya tersebut bakal menurunkan moral pemain lain sekaligus menimbulkan efek psikologis yang buruk.

"Mereka seharusnya menunggu sampai fase kualifikasi tuntas, dan setelah itu terserah mereka mau pergi ke mana. Ini hanya menunjukkan ketidaksetiaan kepada negara," ketus dia.




Foto: Pemain Australia dan Irak saling berhadapan dalam laga kualifikasi Olimpiade 2008. Australia menang 2-0 dalam partai itu (AFP/Greg Wood).
Β  (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads