Inggris gagal hadir ke Austria-Swiss karena di saat bersamaan, Kamis (22/1/2007) dinihari WIB, Rusia berhasil memetik kemenangan 1-0 atas Andorra.
Dengan demikian Rusia berhak mendampingi Kroasia dari Grup E karena perolehannya satu angka lebih banyak daripada Inggris, yang hanya mengantongi 23 poin dari 12 pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buruk di lini belakang
Menumpuk lima gelandang guna menopang si penyerang tunggal Peter Crouch, lini belakang Inggris justru tampil sangat buruk. Kuartet Micah Richards, Sol Campbell, Joleon Lescott, dan Wayne Bridge tidak membentuk pertahanan yang kokoh, bahkan sebaliknya.
Kiper Scott Carson pun bermain di bawah ekspektasi. Penjaga gawang Aston Villa pinjaman dari Liverpool itu bahkan menjadi penyebab lahirnya gol pembuka saat pertandingan berjalan delapan menit.
Ia gagal menjinakkan bola hasil tembakan Niko Kranjcar dari luar kotak penalti. Carson tidak pas dalam mengukur tempat bola akan memantaul sebelum sampai di dalam gawang, sehingga tangkapannya luput dan gol pun terjadi.
Mimpi buruk kiper yang baru dua kali tampil membela timnas senior negaranya itu berlanjut enam menit kemudian. Untuk kedua kalinya Carson harus kebobolan, walaupun kali itu kesalahan mutlak bukan lantaran dirinya.
Lemahnya para bek membuat Eduardo da Silva mampu mendobrak lapisan belakang tuan rumah, yang kemudian diakhiri dengan sempurna oleh Ivica Olic. Setelah mengalahkan Bridge, Da Silva memperdaya Campbell dan Lescott untuk menyodorkan bola pendek ke tengah kotak penalti. Olic menyongsong dari garis kedua, sedangkan Richards malah menahan diri untuk mencari offside.
Namun Bridge terlanjur berada di garis paling belakang. Alhasil Olic lolos dari perangkap tersebut dan dengan mudah mengecoh pergerakan Carson. 2-0 membuat fans Inggris kian terbungkam.
Pelatih Inggris Steve McClaren baru membuat perubahan berarti pasca turun minum. Ia mengubah skema 4-5-1 menjadi 4-4-2 dengan memasukkan pemain senior David Beckham dan Jermaine Defoe guna menggantikan Shaun Wright-Phillips dan Garet Barry yang tidak efektif.
Permainan agresif Beckham membawa pengaruh bagi kecepatan serangan Inggris. Hasilnya, di menit 56 Inggris dapat memperkecil kedudukan melalui tendangan penalti Frank Lampard.
Proses penalti itupun sebenarnya agak kontroversial. Dalam perebutan bola dengan Josip Simunic, Defoe terjatuh di kotak terlarang. Namun dari tayangan lambat terjatuhnya striker Tottenham Hotspur itu lebih tampak seperti terpeleset di lapangan yang basah, walaupun juga ada sedikit kontak dengan Simunic.
Beruntung pula Lampard berhasil melepaskan diri dari trauma kegagalan mengeksekusi penalti di perempatfinal Piala Dunia lalu. Kali ini ia dengan mantap mengalgojoi hadiah tersebut dan mengubah skor menjadi 2-1.
Wembley lebih meledak ketika Crouch berhasil membuat kedudukan imbang 2-2 di menit 65. Gol tersebut lahir dengan spektakuler berkat crossing akurat Beckham dari sayap kanan. Crouch, yang mencetak gol tunggal kemenangan Inggris atas Austria pada partai ujicoba hari Jumat lalu, menerima umpan tersebut dengan dadanya sebelum melepaskan tembakan setengah voli untuk mengoyak jala Stipe Pletikosa.
Akan tetapi harapan Inggris masih gamang oleh buruknya performa di barisan belakang. Terbukti serangan balik Kroasia yang cepat berkali-kali mendatangkan ancaman sangat serius.
Sedikitnya tiga kali gawang Inggris hampir kebobolan. Masih untung Carson dapat memperbaiki penampilannya dengan menggagalkan dua dari tiga peluang emas tim tamu tersebut, sedangkan potensi Bridge membuat gol bunuh diri terhadang oleh mistar gawang.
Namun kesialan tetap menghampiri Inggris. Di saat pertandingan tersisa 13 menit, pemain pengganti Kroasia Mladen Petric membuat penonton tercengang dan terhenyak. Dari depan kotak penalti, memanfaatkan celah di antara Campbell dan Lescott, ia melepaskan tembakan ke tiang jauh tak tak kuasa dihentikan Carson.
Inggris mengais-ngais kesempatan yang tinggal sedikit itu. Namun hanya satu kans didapatkan melalui sontekan Darren Bent di menit-menit akhir, tapi bola sedikit melesat di atas mistar gawang Pletikosa.
Tambahan tiga menit di injury time pun tidak menolong Inggris untuk memperoleh tiket ke Austria-Swiss. Yang ada malah McClaren hampir bisa dipastikan terhempas dari jabatannya sebagai pelatih.
Susunan pemain:
Inggris: Carson, Richards, Campbell, Lescott, Bridge, Wright-Phillips (Beckham 46), Gerrard, Barry (Defoe 46), Lampard, Joe Cole (Bent 80), Crouch.
Kroasia: Pletikosa, Corluka, Simic, Robert Kovac, Simunic, Srna, Modric, Nico Kovac, Kranjcar (Pranjic 75), Olic (Rakitic 84), Eduardo (Petric 69).Β (a2s/ian)











































