Inggris Kiamat di Stadion Keramat

Inggris Kiamat di Stadion Keramat

- Sepakbola
Kamis, 22 Nov 2007 07:46 WIB
Inggris Kiamat di Stadion Keramat
London - Dari dulu sampai sekarang Wembley adalah stadion kebanggaan Inggris. Namun di stadion keramat itu skuad Three Lions yang dibesut Steve McClaren malah menemui kiamatnya.

Dengan kapasitas sekitar 90 ribu kursi --setelah tuntas direnovasi-- Wembley atau "Wembley Baru" diklaim situs resminya sebagai stadion sepakbola terbesar di dunia yang seluruh kursinya terpayungi atap stadion.

Berkat itu, hujan yang sempat turun di awal laga Inggris kontra Kroasia, Kamis (22/11/2007), tentu tidak bakal mengurangi kenyamanan sekitar 88.091 penonton yang hadir di Wembley, di mana umumnya adalah fans tuan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun senyaman-nyamannya stadion Wembley, hati pendukung Inggris pasti gemas melihat performa timnya yang mengecewakan. Ketika peluit jeda turun minum Steven Gerrard cs bahkan sudah tertinggal dua gol tanpa balas, hasil yang disambut dengan gemuruh suara cemoohan penonton yang memadati stadion.

Di babak kedua, harapan pendukung tuan rumah kembali timbul usai timnya sukses memperkecil ketinggalan jadi 1-2 berkat gol penalti Frank Lampard. Gol penyeimbang dari Peter Crouch semakin menebalkan harapan lolos ke Swiss-Austria, menemani Kroasia yang saat itu sedang dihadapi.

Akan tetapi Kroasia sepertinya "tidak rela" ditemani Inggris sehingga Mladen Petric pun menjebol gawang Inggris ketika pertandingan bersisa 13 menit. Di stadion kebanggaannya sendiri, Inggris pun bertekuk lutut usai memeragakan sepakbola yang tidak mengesankan. McClaren dan para punggawanya pun bukannya tidak sadar akan hal tersebut.

"Anda seharusnya melihat ruang ganti, kami kecewa sudah mengecewakan banyak orang. Penjelasan untuk nanti. (Karena) Sangatlah sulit merefleksikannya usai kekecewaan mendalam, kalah dalam laga seperti ini di depan fans kami dan di hadapan negara ini," sesal McClaren.

(krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads