Beckham sering begitu: diharapkan bagus, mainnya jelek; saat dikesampingkan, dia malah bisa menjadi inspirator yang hebat untuk timnya.
Contoh yang mungkin masih lekat di ingatan adalah masa-masa akhirnya di Real Madrid. Gara-gara memutuskan pindah ke LA Galaxy, pelatih Fabio Capello langsung membuangnya ke tim cadangan dan mencekalnya dari pertandingan tim senior.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang, di laga terakhir yang sangat menentukan, saat menghadapi Real Mallorca, Beckham main datar-datar saja dan diganti sebelum pertandingan selesai. Beruntung Real menang dan menjadi juara La Liga.
Contoh paling aktual terjadi beberapa jam yang lalu. Begitu Beckham diturunkan setelah jeda turun minum, saat Inggris tertinggal 0-2 dari Kroasia, permainan Three Lions membaik. Serangan timnya menjadi lebih dan agresif.
Puncak efek Beckham terjadi ketika crossing-nya dari sayap kanan dapat diterima dan diteruskan Peter Crouch menjadi gol di gawang Kroasia. Skor pun tahu-tahu sudah 2-2. Kans Inggris hidup lagi karena hanya butuh seri untuk lolos ke putaran final Euro 2008.
Namun Inggris tetap buruk lini belakangnya. Satu gol lagi disarangkan kubu Kroasia di menit 77, dan habis itu pasukan Steve McClaren tak berkutik. Di akhir pertandingan mereka kalah 2-3 dan gagal hadir di Austria-Swiss.
Dapat diperkirakan keputusan McClaren yang tidak memainkan Beckham sejak awal memicu kontroversi. Paling tidak, Beckham diberi nilai paling tinggi dari semua pemain Inggris yang turun ke lapangan. Hanya ia dan Crouch yang mengantongi poin tujuh.
Beckham pernah jadi pahlawan krusial pada momen sejenis. Di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2002, ia mencetak gol dari tendangan bebas di injury time, yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Inggris pun lolos otomatis ke putaran final di Korea-Jepang.
Sayang, kali ini kepahlawanan Beckham tidak berulang. Walaupun tidak menjamin, tapi "seandainya, umpamanya" ia dipasang lebih cepat, barangkali Inggris tidak mesti kalah dari Kroasia.
Kini, dengan usianya yang makin tua (32 tahun), dan ke depan tidak ada event spesial yang akan diikuti Inggris, Beckham tentu saja disodori pertanyaan, "pensiun sekarang?"
Rupanya tidak. "Tanpa diragukan lagi, saya tidak sedang menuju masa pensiun," jawab dia. "Waktu itu saya katakan, saya terlempar dari tim dan saat ini sudah kembali masuk tim. Jadi, saya belum akan mundur."
Baiklah, dia bisa saja bertekad demikian. Setidaknya pasti ia ingin mengantongi 100 caps. Tapi kalau hanya itu motifnya, berarti ia hanya perlu tampil satu kali lagi bersama negaranya karena ia baru saja melakoni pertandingan internasionalnya yang ke-99.
"Seandainya, umpamanya" Beckham masih di bawah 30 tahun, pasti jumlah caps-nya bisa lebih banyak lagi. Tapi yang namanya "kalau saja" biasanya sudah berlalu dan tidak terjadi.
(a2s/key)











































