Adalah kemunculan Schmeichel bersama Manchester City di musim ini yang menjadikan kiper berusia 21 tahun ini ini meraih predikat versi Asosiasi Sepakbola Denmark tersebut.
Dari sekadar "membonceng" ketenaran bapaknya, yaitu penjaga gawang legendaris Peter Schmeichel, anak muda kelahiran 5 November 1986 ini pada akhirnya dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kiper handal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kemudian pelatih Sven Goran Eriksson mengembalikan dia ke bangku cadangan, dan pada 25 Oktober dipinjamkan ke klub divisi I Cardiff City, Schmeichel diyakini memiliki masa depan cerah di City of Manchester Stadium.
"Saya sangat senang. Bisa mendapatkan penghargaan istimewa ini, yang di Denmark amat dikenal, merupakan sebuah kehormatan besar," tukasnya tentang award individu pertamanya itu.
"Daniel Agger memenanginya tahun lalu, dan saya hanya berharap saya bisa memenuhi semua ekspektasi yang menyertai penghargaan ini," sambungnya seperti dikutip Goal.com.
Baru-baru ini Schmeichel berhasil dua kali cleen sheet dalam aksinya bersama timnas Denmark U-21. Ia mengaku karir mudanya di tahun ini berjalan mulus dan ia amat menikmatinya.
"Denmark negara kecil yang tidak banyak disoroti, apalagi hanya bermain untuk tim U-21. Tapi menyenangkan diberi penghargaan seperti ini," pungkasnya.
(a2s/a2s)











































