Inggris Menunggu Singa Keluar Kandang

Inggris Menunggu Singa Keluar Kandang

- Sepakbola
Jumat, 23 Nov 2007 08:44 WIB
Inggris Menunggu Singa Keluar Kandang
Jakarta - Orang Inggris rupanya kadung cinta pada Jose Mourinho. Dengan status pengangguran saat ini, ia seperti singa di dalam kandang. Maukah Mourinho melatih "Tiga Singa"?

Kenapa orang Inggris dianggap mencintai Mourinho dapat dilihat dari bursa taruhan menyangkut sosok favorit pengganti Steve McClaren yang telah dipecat. Mayoritas menempatkan orang ini di urutan teratas.

Selama dua tahun lebih beberapa bulan Mourinho dinilai telah mengenal seluk beluk sepakbola Inggris. Dengan karakternya yang unik -- katakanlah, "spesial" -- ia telah berhasil menanamkan pengaruh besar pada negara berkompetisi paling atraktif sedunia itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Enam buah piala dalam dua musim bersama Chelsea adalah bukti ia cepat beradaptasi dengan kultur sepakbola Inggris dengan nilai 'A' alias memuaskan. Popularitasnya kian menjulang berkat lidahnya yang sangat lihai berkata-kata. Tidak selalu enak didengar memang, lebih-lebih oleh para rival, namun selalu menarik.

Sebagian orang London Barat meratapi kepergiannya dari Stamford Bridge setelah "dipecat" Roman Abramovich. Tapi sebagian orang di Manchester, Birmingham, Newcastle, dan banyak kota lain di Inggris turut merasa kehilangan.

Hampir semua orang Britania sepakat bahwa Mourinho dengan segala bentuknya telah memberi hawa lain buat Liga Inggris. Sir Alex Ferguson atau Arsene Wenger, yang pernah dibuat merah kupingnya oleh Mourinho, pada akhirnya mengakui kehebatan orang Portugal itu.

Sebaliknya, di mata Mourinho Inggris adalah kesan yang positif. Ia mengaku sedih dan kecewa karena Frank Lampard dkk tersingkir dan dan gagal berlaga di putaran final Piala Eropa 2008.

"Ini menyedihkan, sebuah kehilangan besar untuk sepakbola Eropa. Saya selalu menjadi suporter tim nasional Inggris dan klub-klub Inggris," tuturnya kepada Sky Sports News. "Sebuah kejuaraan Eropa tanpa Inggris tidaklah sama dengan jika Inggris ada di dalamnya.”

Sayangnya, Mourinho tidak (atau belum?) memberi pernyataan tertarik atau tidak menjadi pengganti McClaren. Namun sebuah analisis mengindikasikan 'tidak'.

Menurut koresponden Radio 5 Live's Jonathan Legard, Mourinho tampaknya sudah ingin kembali ke manajemen sepakbola. Namun dia tidak mau bekerja dengan mengurusi pemain-pemain hanya beberapa kali dalam beberapa bulan.

"Dia seperti seekor singa di dalam kandang. Saya diberitahu demikian. Tapi melatih tim nasional, sekalipun untuk pos spesial seperti Inggris, tampaknya baru dipertimbangkan Mourinho nanti-nanti. Dan kalaupun peluang tersebut seimbang, dia hanya ingin Portugal," demikian Legard seperti dikutip BBC.

Kesimpulan dia, saat ini Mourinho lebih tertarik untuk kembali melatih klub. Tapi karena tidak ada yang tidak mungkin, Inggris masih bisa melakukan banyak upaya untuk mendekati pelatih kelas satu itu.

Dalam hal ini pihak Football Association (FA) perlu pintar membuat tawaran-tawaran yang menarik, menggiurkan, sekaligus menantang buat Mourinho, kalau memang menganggap hanya dia pelatih yang paling pas menukangi The Three Lions.

(a2s/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads