Munculnya nama Shearer yang belum berpengalaman memanajeri sebuah tim memang mengejutkan, tak terkecuali untuk yang bersangkutan. "Saya terkejut, sebagaimana orang lain juga, melihat nama saya ada di sana (bursa unggulan)," ungkap Shearer di The Sun, Jumat (23/11/2007).
Dengan halus, pemain yang mengakhiri karirnya di Newcastle United itu menolak tawaran membesut The Three Lions. "Saya pikir ada lebih banyak kandidat di atas saya. Mereka punya pengalaman lebih banyak ketimbang saya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapan itu terjadi, saya tidak tahu. Saat ini, saya menikmati pekerjaan saya sebagai komentator sepakbola di BBC," mantap Shearer penuh makna.
Sebetulnya, memakai pelatih yang relatif tidak berpengalaman sudah pernah dilakukan negara-negara lain. Kebanyakan dari mereka adalah mantan pemain yang berada di level atas saat masih aktif bermain. Tak jarang, meski masih hijau, mereka mampu menghadirkan prestasi yang cukup bisa dibanggakan.
Belanda di Piala Eropa 2000 dipimpim oleh Frank Rijkaard yang belum berpengalaman. Lalu, Jerman juga pernah sukses di Piala Dunia 2006 bersama Jurgen Klinsmann. Kini, ada nama Marco Van Basten sebagai arsitek taktik Belanda dan Carlos Dunga di timnas Brasil.
Karisma Shearer yang kuat membuatnya disukai publik. Pria yang kini berusia 37 tahun itu dianggap pas untuk mengatasi ego pemain Inggris yang, menurut Roy Keane, sangat besar.
"Saya percaya ada beberapa pemain yang sangat bagus di skuad Inggris. Ini hanya masalah membuat kemampuan terbaik mereka keluar," tutup Shearer.Β (arp/din)










































