Penampilan Milan di turnamen antarklub milik FIFA tersebut tak bisa dibilang memuaskan. Memang total sudah ada tiga tropi berhasil mereka menangkan, namun dalam tiga penampilan terakhirnya I Diavolo Rosso selalu pulang dengan tangan hampa.
Paolo Maldini mungkin menjadi yang paling kecewa dengan rentetan kegagalan tersebut, mengingat dia satu-satunya pemain yang merasakan tiga kegagalan itu.
"Saya memikirkan final-final yang telah kami lewati, kami tidak menyadari betapa pentingnya tropi tersebut dan hanya menganggapnya penting setelah memenanginya," kata sang kapten pada Football Italia, Sabtu (24/11/2007)
Milan terakhir kali meraih gelar juara pada turnamen yang dulunya bernama Piala Interkontinental itu pada 1990 setelah mengalahkan Olimpia Assuncion 3-0. Tahun 1993 Milan -- dan Maldini -- kalah 2-3 dari Sao Paulo, sedangkan setahun berikutnya giliran klub asal Argentina, Velez Sarsfield yang menaklukkan mereka 0-2. Penampilan terakhir mereka tahun 2003 kembali berakhir pahit karena 1-3 dalam adu penalti atas Boca Juniors.
Milan berkesempatan membalas dendam pada Boca Juniors karena kedua klub merupakan favorit dalam turnamen yang akan berlangsung pada bulan Desember di Jepang tersebut.
"Kami sangat bangga berpartisipasi dalam turnamen ini dan merupakan keikutsertaan pertama kali kami setelah turnamen ini mengalami perubahan format, jadi saya pikir akan lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya,"tambah Maldini.
Milan akan langsung berlaga di semi-final pada tanggal 12 dan 13 Desember 2007, dimana mereka akan menghadapi antara Sepahan, Waitakere United, Dan Urawa Red Diamonds. (din/din)











































