Kalau Bukan Paolo Maldini, Siapa Lagi

Kalau Bukan Paolo Maldini, Siapa Lagi

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 13 Jul 2026 23:00 WIB
UDINE, ITALY - MARCH 18: Paolo Maldini, Technical Director of AC Milan, looks on prior to the Serie A match between Udinese Calcio and AC Milan at Dacia Arena on March 18, 2023 in Udine, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images)
Foto: Getty Images/Alessandro Sabattini
Jakarta -

Federasi sepakbola Italia (FIGC) merekrut Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik. Fabio Capello yakin, Maldini untuk bawa Timnas Italia berjaya lagi!

Timnas Italia sudah absen di tiga edisi Piala Dunia beruntun alias 12 tahun absen. FIGC membangun ulang kekuatan di timnas, langkah pertama tunjuk Paolo Maldini jadi Direktur Teknik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tugas Paolo Maldini tidaklah mudah. Maldini diharapkan bisa membangun filosofi tim dengan bekerja bareng tim pelatih, menyusun program jangka panjang buat timnas senior dan tim di segala kategori kelompok umur, sampai mengevaluasi kinerja tim pelatih.

Maldini punya jam terbang tinggi. Maldini sempat jadi Direktur Teknik AC Milan pada 2019-2023 dan jadi bagian tim saat menangi Scudetto.

ADVERTISEMENT

Di level karier, Maldini punya 126 caps untuk Timnas Italia. Maldini sayangnya belum pernah menangi trofi buat Gli Azzurri, paling tinggi jadi runner up Piala Dunia 1994 dan runner up Euro 2000.

Target terdekat Paolo Maldini adalah bawa Italia lolos ke Piala Dunia 2030 dan tugas pertama adalah mencari pelatih baru. Eks pelatih Milan, Roma, dan Real Madrid, Fabio Capello menilai Maldini adalah sosok yang pas buat Timnas Italia!

"Tidak ada orang yang lebih baik darinya untuk mengisi jabatan tersebut. Saya sangat senang, Paolo Maldini adalah nama pertama dalam daftar mereka dan mereka mendapatkannya," jelasnya dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

"Maldini adalah pribadi yang serius, mampu, dan teliti. Dia tidak banyak bicara tapi punya banyak ide, saya yakin dia sudah memiliki proyek yang jelas di dalam pikirannya," sambungnya.

"Maldini bukan tipe yang hanya bilang 'iya'. Dia butuh kebebasan untuk mengubah berbagai hal dan menerapkan visinya sendiri. Itulah mengapa memberikan wewenang penuh kepadanya sangat penting. Tanpa kebebasan itu, dia tidak akan pernah menerima peran tersebut," tutupnya.

Saksikan Live DetikSore:

(aff/ran)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads