Van Basten Tentang Undian PD2010

Van Basten Tentang Undian PD2010

- Sepakbola
Senin, 26 Nov 2007 03:05 WIB
Van Basten Tentang Undian PD2010
Den Haag - Hasil undian kualifikasi Piala Dunia (PD) 2010 di Afrika Selatan mendapat tanggapan dari bondscoach Marco van Basten terkait posisi Belanda. Apa kata dia?

Hasil undian yang dikocok di Durban, Afsel, Minggu (25/11/2007) menempatkan Belanda dalam Grup 9 bersama dengan Skotlandia, Norwegia, Macedonia, dan Islandia.

"Saya menilai itu hasil undian yang menarik," reaksi Marco van Basten dalam website Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB) atau Persatuan Sepakbola Nasional Belanda malam ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Van Basten, karena lawan-lawan yang akan dihadapi Belanda tersebut telah mengalami banyak kemajuan. Skotlandia, misalnya, dalam kualifikasi Euro2008 mampu menjaga peluang lolos ke putaran final hingga duel terakhir dan mengalahkan Prancis dua kali. Β "Norwegia juga mampu menjaga peluang lolos, sebelum akhirnya disalip Turki," kata Van Basten.

Islandia juga tidak dapat dipandang remeh. Menurut Van Basten, tim negara ini telah membuktikan diri mampu menahan imbang tim kuat Spanyol (1-1).

Bagi Van Basten pertarungan menghadapi Islandia nanti juga memiliki makna tersendiri. "Duel terakhir Oranje melawan Islandia (7/9/1983, menang 3-0), merupakan duel debut saya. Dalam hal ini Islandia merupakan lawan yang spesial," ujarnya.

Sementara tentang Macedonia, Van Basten juga punya bicara. Macedonia adalah musuh lama yang sudah tidak asing lagi bagi Belanda. Dalam duel menuju PD2006 di Jerman, mereka menahan imbang Belanda, baik dalam duel tandang maupun kandang.

"Meskipun demikian saya cukup melihat perspektif. Apalagi jika grup Belanda dibandingkan dengan grup lainnya," ucap mantan striker yang mengalami polesan Rinus Michels itu.

Pendek kata heer Van Basten tampak merasa puas atas hasil undian itu. "Di masa lalu kami sering jumpa tim dari Eropa Timur. Sekarang tidak. Kami akan menghadapi lawan-lawan dengan visi sepakbola yang berbeda, yakni sepakbola yang lebih klasik," pungkasnya.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads