Tak dapat dipungkiri bahwa dukungan kepada Rijkaard mulai berkurang. Kegagalan mempertahankan gelar Primera Liga memang menjadi pemicu. Apalagi gelar tersebut direbut oleh musuh abadi klub Catalan ini yaitu Real Madrid.
Musim 2007/2008 mulai dirasakan berat oleh pelatih berusia 45 tahun. Meskipun amunisinya sudah ditambah khususnya dengan bergabungnya Thierry Henry, namun semua tersebut tidak membuat Barca melangkah dengan mulus.
Hingga saat ini penampilan Barca memang masih belum konsisten, khususnya saat melakukan pertandingan tandang. Beruntung Barca selalu dapat menghibur para pemain pendukungnya saat memetik kemenangan di Nou Camp.
Kemenangan di kandang tersebut yang bisa membuat Rijkaard masih bisa bernafas lega. Namun tekanan lain sangat dirasakan pelatih Barca ini dari media Spanyol pun mulai menyerang kebijakan Rijkaard atau pun kepada pemainnya.
Rijkaard kini tidak muluk-muluk memasang target bagi skuadnya di setiap pertandingan. "Misi pertama sudah dapat diselesaikan. Tentu saja dengan sedikit keberuntungan kami seharusnya dapat menang," ujarnya usai membawa skuadnya lolos ke babak knock out Liga Champions.
Meski demikian tekanan dari media cukup kuat. Saat Rijkaard dikeluarkan di Stade de Gerland, Rabu (28/11/2007) dinihari tadi, karena melakukan protes, banyak yang menyakini bahwa dia sangat nerves dengan karirnya saat ini.
Hal tersebut segera dibantah oleh Rijkaard. "Itu bukan karena saya nerves. Saya hanya ingin meminta wasit untuk memberikan perhatian," sanggah pelatih Barca ini.
Sukses ke babak knock out bisa jadi hanya memperpanjang nafas di Rijkaard. Dia masih harus bekerja keras untuk menyelamatkan karirnya dan hal itu cuma bisa dibayar dengan kemenangan dan juga gelar. Bagaimana Meneer?
(key/a2s)
