Adalah kemenangan 2-1 yang diraih Celtic atas Shakhtar Donetsk yang turut membantu lolosnya Milan meski cuma bermain imbang. Setelah melewati matchday V ini poin yang dikumpulkan Milan total berjumlah 10, hasil tiga kemenangan serta masing-masing sekali imbang dan kalah.
Dengan satu pertandingan tersisa posisi I Diavolo Rosso di klasemen Grup D cuma mungkin dikejar Celtic yang kini duduk di posisi dua dengan poin sembilan. Sementara posisi tiga dan empat berturut-turut diisi Shakhtar Donetsk dan Benfica.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menjalani laga tandang ke di Estadio do Sport Lisboa, Kamis (29/11/2007), dalam selang empat menit Milan mampu melepaskan tiga tembakan ke arah gawang. Hasil kreasi Cristian Brocchi mampu membuka ruang buat Gilardino dan Serginho melepaskan tembakan, sementara kerjasama Gila dengan Calrence Seedorf berujung bergetarnya mistar kiper oleh tendangan gelandang Belanda itu.
Milan akhirnya bisa benar-benar unggul di menit 15. Andrea Pirlo yang aknir pekan lalu menjadi pahlwan kemenangan Milan atas Cagliari dengan tendangan bebasnya kembali mencetak gol dengan spektakuler saat sepakannya dari jarak 30 meter yang mengarah ke tiang jauh tak kuasa dihalau kiper.
Setelah tendangan bebas Pirlo nyaris menggandakan keunggulan, Benfica balas mengancam memanfaatkan kesalahan Serginho. Beruntung Milan memiliki Kakha Kaladze yang mampu menghalau Cristian Rodriguez menyamakan kedudukan.
Lima menit dari gol Pirlo, Benfica mencetak gol penyama. Seakan tak mau kalah dengan Pirlo, Maxi Perreira menjebol jala Dida dengan tendangan keras kaki kiri dari jarak 30 meter setelah merebut bola dari Gennaro Gattuso.
Penampilan gemilang beberapa kali dipertunjukkan Rui Costa dalam pertandingan tersebut. Salah satunya adalah sepakannya dari sudut sempit, setelah memperdaya beberapa mantan rekannya, yang gagal membawa tuan rumah unggul karena bola cuma membentur mistar. Beberapa menit berselang Rui kembali melakukan penetrasi namun lagi-lagi tak berujung gol, kali ini bola yang dilepaskannya dari batas kotak penalti masih melebar.
Nuno Gomes sempat membuat pendukung tuan rumah kegirangan saat mampu menjebol jala Dida di pertengahan babak kedua hasil rebound tendangan Petit yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Dida. Namun eks triker Fiorentina itu terlebih dahulu terperangkap offside.
Milan sebenarnya berpeluang mengakhiri laga dengan kemenangan, namun itu urung terjadi karena Kaka gagal memanfatkan dua peluang emas yang dimilikinya di menit akhir pertandingan.
Atasi Shakhtar, Celtic Buka Peluang
Sementara itu dari Celtic Park, Celtic membuka peluang lolos ke babak kedua setelah meraih kemenangan 2-1 atas Shakhtar Donetsk. Dengan poin sembilan skuad besutan Gordon Strachan tinggal butuh hasil imbang atas AC Milan di matchday terakhir untuk memastikan tiket ke fase knock out.
Bertanding di kandang sediri Celtic justru dikejutkan tamunya yang mampu mencetak gol saat pertandingan baru berjalan empat menit melalui Brandao.
Usaha tuan rumah mengejar ketertinggalan baru membuahkan hasil di menit 45 melalui Jiri Jarosik. Sementara gol penentu kemenangan datang di menit terakhir pertandingan lewat Massimo Donati.
Susunan Pemain
Milan: Nelson Dida, Daniele Bonera, Kakha Kaladze, Alessandro Nesta, Cristian Brocchi (Gourcuff '51), Gennaro Gattuso, Kaka, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf (Oddo '73), Sergio Serginho (Maldini '45), Alberto Gilardino
Benfica: Joaoquim Quim, Luis Fernandes (Di Maria '74), Leo, Anderson Luis da Silva, David Luiz Moreira Marinho (Adu '85), Kostas Katsouranis, Maximiliano Pereira, Armando Petit, Cristian Rodriguez, Manuel Rui Costa, Miguel Soares Pereira Ribeiro (Cardozo '75)
Celtic: Artur Boruc, Gary Caldwell, John Kennedy (Pressley 41), Stephen McManus, Lee Naylor (Donati '16), Scott Brown, Paul Hartley, Jiri Jarosik, Aidan McGeady, 27 Scott McDonald, Jan Vennegoor of Hesselink (Killen '79)
Shakhtar Donetsk: Andriy Pyatov, Dmytro Chigrynskiy, Tomas Hubschman, Olexandr Kucher, Ilson Pereira Dias Junior (Yezerskiy '84), Mariusz Lewandowski, Razvan Rat, Jadson, Darijo Srna, Brandao, Christiano Lucarelli (Gladkiy '88). (din/ian)











































