Mancini Maklumi Ada yang Tak Senang Dirinya Latih Italia Lagi

Mancini Maklumi Ada yang Tak Senang Dirinya Latih Italia Lagi

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 30 Jul 2026 06:30 WIB
Mancini (tengah) bersama Ranieri (kiri) dan Malago.
Mancini (tengah) dalam jumpa pers bersama Ranieri (kiri) dan Malago pada Rabu (29/7) di Roma. Foto: REUTERS/Matteo Minnella
Roma -

Pelatih baru Timnas Italia Roberto Mancini menyadari ada pihak yang tak senang dengan penunjukan kembali dirinya. Ia pun bertekad mengubah pandangan negatif itu menjadi dukungan untuknya.

Hal itu diungkapkan Mancini dalam jumpa pers pertama usai ditunjuk sebagai allenatore pekan ini. Ia hadir bersama presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Giovanni Malago dan direktur teknik Claudio Ranieri.

Penunjukan kembali Mancini, yang pernah melatih Italia pada 2018-2023, juga tak lepas dari tanda tanya. Meski pernah memenangi Piala Eropa 2020, ia juga gagal membawa Gli Azzurri ke Piala Dunia 2022.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum lagi pengunduran dirinya pada 2023 yang juga memunculkan kontroversi usai berselisih dengan presiden FIGC saat itu, Gabriele Gravina. Sebab tak lama setelahnya ia menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi dengan gaji tinggi.

ADVERTISEMENT

Saat mengawali jumpa pers yang dikutip Football Italia, Mancini sadar akan dimintai jawaban mengenai situasi saat itu. Ia pun langsung memberi penjelasan sebelum ditanya para jurnalis.

"Saya membayangkan kalian semua ingin mengajukan pertanyaan yang sama. Apa yang terjadi tiga tahun lalu disebabkan kurangnya komunikasi antara presiden Gravina dan saya, karena jika kami bertatap muka langsung saat itu, situasinya akan beda," ujarnya pada Rabu (29/7/2026).

LONDON, ENGLAND - JULY 11: Roberto Mancini, Head Coach of Italy celebrates with The Henri Delaunay Trophy following his team's victory in the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)Mancini saat membawa Italia juara Piala Eropa 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi COVID-19. Foto: Getty Images/Claudio Villa

"Timnas sangatlah penting, dan itu rasanya seperti kehilangan kekasih hati. Itu berarti Anda telah melakukan kesalahan. Terlepas kesuksesan yang telah diraih, Anda jelas telah melakukan kesalahan."

"Saya meminta maaf atas segala hal yang terjadi selama tiga tahun terakhir, namun takdir dan Malago telah memberi saya kesempatan untuk mencoba lagi. Saya akan mencoba membawa timnas kembali ke tempat yang seharusnya."

"Saya ingin menurunkan tim yang mampu melakukan apa yang kami lakukan pada 2021 (juara Piala Eropa). Skuadnya ada, bakatnya ada dan masih muda, jadi misi kami adalah bermain sepak bola yang bagus dan positif."

"Saya pelatih timnas, saya sadar akan ada yang menentang saya. Saya akan mencoba agar tim tampil bagus sehingga mereka (yang berseberangan) akan kembali jatuh cinta dan mungkin memaafkan saya atas segala yang terjadi," tegas Mancini.

(adp/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads