Gianni Infantino Ditinggal Penasihat Senior FIFA

Gianni Infantino Ditinggal Penasihat Senior FIFA

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 01 Agu 2026 06:00 WIB
FIFA President Gianni Infantino holds the FIFA World Cup trophy as he attends the 56th annual World Economic Forum (WEF) meeting in Davos, Switzerland, January 22, 2026. REUTERS/Denis Balibouse
Presiden FIFA Gianni Infantino. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)
Zurich -

Gianni Infantino mulai ditinggal orang terdekatnya di FIFA. Pejabat senior FIFA memutuskan mundur usai munculnya wacana jual saham Piala Dunia.

Nama Infantino sedang jadi pembicaraan panas insan sepakbola dunia. Presiden FIFA ini dianggap mau 'menjual' sepakbola dengan menggulirkan wacana penjualan saham Piala Dunia.

FIFA sebelumnya mengungkap rencana untuk menjual saham Piala Dunia dan turnamen-turnamen besar lainnya. Akan ada badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang menangani bisnis baru ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wacana penjualan saham Piala Dunia ditentang banyak pihak, khususnya dari konfederasi-konfederasi sepakbola. Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) bahkan mengancam memboikot Piala Dunia apabila rencana tersebut terlaksana.

ADVERTISEMENT

Penolakan turut datang dari dalam FIFA. Penasihat senior FIFA Carlos Cordeior mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (31/7/2026).

Cordeior sebelumnya mewakili FIFA dalam Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026. Mantan presiden Federasi Sepakbola Amerika Serikat (USSF) mundur sebagai bentuk protes atas wacana penjualan saham Piala Dunia.

"Izinkan saya menjelaskan: Saya tak terlibat dalam proposal itu dan saya dengan tegas menolaknya. Itu adalah kesepakatan buruk bagi para anggota FIFA, keputusan buruk buat sepakbola, serta masa depan permainan ini," kata Cordeiro, dilansir dari Reuters.

"Presiden FIFA telah menyoroti pendapatan sebesar 15 dolar AS yang dihasilkan antara tahun 2022 dan 2026. Dengan latar belakang tersebut, tidak masuk akal menjual saham permanen di aset sepakbola yang paling berharga hanya demi mengumpulkan 4,2 miliar dolar AS," ujarnya.



(bay/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads