Trump Bantah Keterlibatan dalam Proposal Jual Saham Piala Dunia

Trump Bantah Keterlibatan dalam Proposal Jual Saham Piala Dunia

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 01 Agu 2026 14:30 WIB
WASHINGTON, DC - AUGUST 28:  U.S. President Donald Trump pretends to give a red card to members of the news media with FIFA President Gianni Infantino in the Oval Office at the White House August 28, 2018 in Washington, DC. The 2026 FIFA World Cup wi
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: Getty Images/Chip Somodevilla)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah keterlibatan dalam rencana jual saham Piala Dunia. Dia tak pernah diajak diskusi oleh Gianni Infantino.

FIFA memicu kontroversi belakangan ini. Induk sepakbola tertinggi dunia itu menyiapkan proposal pendirian FIFA Forward Enterprise (FFE), perusahaan yang akan mengelola turnamen-turnamen bergengsi seperti Piala Dunia.

Masalahnya, sebagian saham FFE nantinya dijual kepada investor swasta. Hal itu dianggap sebagai komersialisasi sepakbola, hingga memicu berbagai penolakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang-orang terdekat Trump disinyalir ikut serta dalam wacana penjualan saham Piala Dunia. Perusahaan AS Thrive Eternal kabarnya jadi pemimpin kelompok investor FFE.

ADVERTISEMENT

Thrive Eternal merupakan perusahaan kepunyaan Joshua Kushner, saudara menantu Donald Trump. FIFA juga punya penasihat komersial bernama Greg Maffei, eks CEO Liberty Media dan penyumbang besar dalam kampanye presidensial Trump.

Trump sendiri dikenal dekat dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Hubungan keduanya semakin akrab sebelum dan selama Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko.

Wacana penjualan saham Piala Dunia akhirnya ditanggapi Trump. Dia mengaku tak tahu soal itu dan tidak pernah diajak bicara oleh Infantino.

"Tidak, saya tak pernah berbicara dengannya soal itu," kata Trump saat ditanyai wartawan Amerika Serikat di Camp David, Jumat (31/7) malam waktu setempat.

FIFA pada akhirnya membatalkan proyek FFE dan wacana penjualan saham Piala Dunia, menyusul berbagai penolakan dari beberapa konfederasi seperti UEFA dan CONCACAF. Kepastian itu keluar dalam pernyataan resminya, Sabtu (1/8) pagi WIB.



(bay/yna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads